Rote Ndao Terkini
92 Ekor Kuda dari Enam Kelas Ikut Lomba Pacuan Kuda Bupati Rote Ndao Cup 3
Ia menerangkan, tujuan lomba pacuan kuda Bupati Rote Ndao ini untuk melestarikan budaya pacuan kuda yang sudah merupakan tradisi turun temurun dari pa
Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti
POS-KUPANG.COM, BA'A - Sebanyak 92 ekor kuda pacu yang terbagi dari enam kelas mengikuti Lomba Pacuan Kuda Bupati Rote Ndao Cup 3 di Lapangan Pacu Tesabela, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao. Rabu, (28/5/2025).
Ketua Panitia Pelaksana, Micha Manubulu dalam laporannya menginformasikan lomba pacuan kuda ini terselenggara atas kolaborasi baik panitia pelaksana, Pordasi Kabupaten Rote Ndao dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.
Ia menerangkan, tujuan lomba pacuan kuda Bupati Rote Ndao ini untuk melestarikan budaya pacuan kuda yang sudah merupakan tradisi turun temurun dari para pendahulu.
Kemudian dapat mendorong pengembangan pariwisata, ekonomi kerakyatan serta memotivasi para pecinta kuda untuk pengembangan ternak kuda, khususnya kuda pacu sehingga mampu berkompetisi di even nasional serta mencari bibit-bibit joki yang berbakat.
Micha juga mengutarakan, lomba pacuan kuda Bupati Cup 3 tahun 2025 berlangsung selama lima hari dari tanggal 28 Mei sampai 1 Juni 2025.
Ia menguraikan, kelas kuda pacu yang dilombakan terdiri dari enam kelas yaitu
kelas EE 25 ekor, kelas E 14 ekor, kelas D 16 ekor, kelas C 18 ekor, kelas B 13 ekor, dan kelas A 6 ekor.
Sisi lain, masih jelas Micha, lomba ini tak hanya memberikan hiburan semata tetapi sebagai wujud nyata dalam melaksanakan visi misi dan program kerja Pemerintah Kabupaten Rote Ndao lewat 9 agenda perubahan yang dikenal dengan nama Mbule Sio.
Lomba pacuan kuda ini mengena pada Mbule ke-6 yakni Rote Ndao Berdaya. Dalam artian, memperkuat ekonomi kerakyatan yang berbasis UMKM.
Hal ini dibuktikan dengan sebanyak 42 UMKM dengan bermacam macam jenis usaha sudah mendirikan lapak dan tenda jualan.
Selain itu juga dapat meningkatkan nilai ekonomi pada kuda, di mana harga jual kuda pacu bisa dibandrol dengan puluhan juta, bahkan ratusan juta rupiah.
Selanjutnya, Mbule ke-8 Rote Ndao Malole yaitu memprioritaskan pariwisata sebagai motor transisi ekonomi dan berorientasi pada kunjungan wisatawan.
Baca juga: Wakil Bupati Rote Ndao Lepas 66 Mahasiswa KKN Universitas Nusa Lontar
"Pengunjung dan penonton tidak hanya orang Tesabela, Pantai Baru dan orang Rote pada umumnya, tetapi ada juga yang datang dari luar Rote Ndao bahkan dari negara tetangga Timor Leste. Hal ini sangat berpengaruh pada pengembangan wisata di Rote Ndao," pungkas Micha.
Berikutnya, Mbule ke-9 Rote Ndao Harmoni. Pacuan kuda ini mewujudkan harmoni sosial, alam dan lingkungan hidup serta melestarikan kebudayaan dan mengembangkan budaya olahraga.
"Dengan adanya lomba pacuan kuda, kita datang dengan berbagai latar belakang yang berbeda, namun kita bergandengan tangan untuk menggalang persatuan dan kesatuan demi Nusa Fua Funi, melestarikan budaya kita, alam kita, dan menjaga kebersihan agar selalu harmoni," tutur Micha.
Tak lupa ia mengucapakan terima kasih kepada semua pihak yang sudah turut berpartisipasi mendukung terselenggaranya lomba pacuan kuda baik itu BUMN/BUMD maupun sponsor lainnya. (rio)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Polairud Polda NTT Beri Bantuan Perahu untuk Anak-anak SDN Daiyama di Rote Ndao |
![]() |
---|
Pemkab Rote Ndao Usulkan Pemekaran Desa ke Kemendagri |
![]() |
---|
Polsek Rote Timur Tahap II Tersangka Kasus Pemerkosaan Anak ke Kejaksaan |
![]() |
---|
Wabup Rote Ndao Apresiasi Kehadiran Pelaku UMKM Asal Kupang dalam Pameran Pembangunan |
![]() |
---|
Per Agustus 2025, 27 Warga Rote Ndao Terinfeksi Penyakit Malaria |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.