Rote Ndao Terkini
Wakil Bupati Rote Ndao Lepas 66 Mahasiswa KKN Universitas Nusa Lontar
Dikatakan lebih lanjut, tentu Pemerintah Kabupaten Rote Ndao sangat mendukung dan menyambut gembira atas terlaksananya kegiatan KKN.
Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti
POS-KUPANG.COM, BA'A - Wakil Bupati, Apremoi Dudelusy Dethan melepas 66 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nusa Lontar atau Unstar.
Kedatangan Wakil Bupati bersama rombongan disambut oleh Ketua Yayasan Nusa Lontar, Jamin Habid, Rektor Unstar, Daniel Babu beserta segenap civitas akademika Unstar. Rabu, (28/5/2025).
Dalam momen itu, Wakil Bupati Apremoi Dethan mengatakan, kuliah kerja nyata merupakan momentum penting dalam perjalanan akademik mahasiswa.
Sehingga, harap dia, para mahasiswa KKN Unstar sekiranya dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang telah didapatkan di bangku kuliah untuk berinteraksi dengan masyarakat serta memberikan kontribusi nyata untuk memecahkan berbagai permasalahan di lapangan.
"Saya atas nama pemerintah dan pribadi menyampaikan selamat kepada para mahasiswa yang akan melaksanakan KKN di tengah masyarakat," ucap Apremoi.
Baca juga: Kasus Penyelundupan WNA Bangladesh, Polisi Serahkan Berkas Perkara ke Kejari Rote Ndao
Dikatakan lebih lanjut, tentu Pemerintah Kabupaten Rote Ndao sangat mendukung dan menyambut gembira atas terlaksananya kegiatan KKN.
"KKN bukan hanya sekadar program akademik, tapi juga merupakan wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi," ungkap Apremoi.
Ia juga menekankan empat hal penting yang perlu dipedomani saat KKN.
Pertama, para mahasiswa selalu menjaga nama baik perguruan tinggi dimanapun berada, sikap dan perilaku yang mencerminkan integritas.
Lalu etika dan profesionalisme perlu senantiasa ditunjuKkan sebagai mahasiswa yang unggul dan cerdas, selain itu agar selalu dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar, di mana selama melaksanakan KKN, para mahasiswa akan berinteraksi dengan masyarakat yang mungkin memiliki latar belakang budaya dan kebiasaan yang beragam. Untuk itu, para mahasiswa perlu menghargai dan menghormati perbedaan tersebut.
Kedua, kegiatan KKN memerlukan kerja sama yang baik antara mahasiswa, dosen pembimbing, pemerintah setempat serta masyarakat.
Oleh karena itu, komunikasi yang efektif, kolaboratif dan sinergi perlu dibangun untuk dapat mencapai tujuan program yang telah direncanakan.
Baca juga: Pemerintah Kabupaten Rote Ndao Raih Opini WTP Lima Kali Beruntun
Diharapkan juga para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan KKN untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam memecahkan masalah yang ada di tengah masyarakat
Ketiga, Kabupaten Rote Ndao saat ini tengah melaksanakan berbagai program dan kegiatan dalam rangka pengentasan kemiskinan ekstrim serta pencegahan dan penanganan stunting.
Sebab itu, diharapkan para mahasiswa dapat mengaplikasikan berbagai inovasi dan ide-ide kreatif yang dapat memberikan manfaat dan dampak positif dalam membantu pelaksanaan berbagai program pembangunan pemerintah.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.