Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Selasa 27 Mei 2025, "Cara Yesus Rawat Para Pewarta Injil via Mukjizat Ajaib"
Kita sudah dan akan selalu insyaf bahwa dunia tempat kita bergulat dan karena itu selain rahmat tantangan pun silih berganti kita jumpai.
Renungan Harian Katolik Selasa 27 Mei 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
CARA YESUS RAWAT PARA PEWARTA INJIL VIA MUKJIZAT/TANDA AJAIB
(Kis 16:22-34; Mzm 138:1-2a.2b-3.7c-8)
"Kalau Roh Penghibur datang, Ia akan menginsyafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman." (Yoh 16:5-11). Orang-orang yang sudah dibaptis mengambil bagian dalam jabatan kenabian Yesus Kristus yaitu menjadi saksi Injil dan iman apostolik atau menjadi saksi kebenaran di tengah dunia.
Entah berapa baptisan yang berani jadi saksi Injil dan berapa banyak yang takut lalu lebur dalam dunia kejahatan? Kita sudah dan akan selalu insyaf bahwa dunia tempat kita bergulat dan karena itu selain rahmat tantangan pun silih berganti kita jumpai.
Yesus dengan Roh-Nya akan tetap merawat kita baik dengan kebaikan dan kerendahan hati kita maupun via mukjizat atau tanda ajaib-Nya. "Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jika Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu." (Yoh 16:7).
Roh Kudus - Penghibur akan datang dan berdiam dalam hati yang bersih. Pertobatan itu penting. Kehadiran Roh ini bertujuan untuk pembaruan total diri kita agar selain boleh mengambil bagian dalam kemuliaan kebangkitan Tuhan juga untuk tugas perutusan sebagai saksi-saksi Injil Kabar Gembira.
Para rasul oleh kuasa Roh Kudus yang penuh, menjadi model pewarta Injil tangguh yang tak tertandingi. Rasul Paulus dan Silas mewartakan Injil Tuhan di kota Filipi. Hati orang-orang Filipi tertutup untuk tawaran keselamatan ini.
Oleh para pembesar kota kedua rasul ditantang habis-habisan. Pakaian mereka dikoyak, tubuh didera berulang kali lalu dilemparkan ke dalam penjara.
Kedua rasul menerima hukuman ini dengan hati yang bersukaria. Mereka berdoa dan menyanyi kepada Allah dengan hati yang penuh sukacita walau sedang terbelenggu. Yesus dan Bapa-Nya pun bertindak membongkar pikiran dan hati yang telah tertutup dan dikuasai iblis untuk hidup dalam kebinasaan.
"Terjadilah gempa bumi yang hebat sendi-sendi penjara goyah. Terbukalah semua pintu dan terlepaslah semua belenggu mereka." (Kis 16:26).
Kenapa penjara nyaris bunuh diri, namun Paulus berseru dengan suara nyaring, "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semua masih ada di sini." (Kis 16:28). Walau penjara telah terbuka namun tak satu pun napi yang kabur. Maka seketika itu juga kepala penjara tinggalkan kepongahan duniawinya yang rapuh di hadapan Allah dan tersungkur di depan kaki kedua rasul itu.
Kebanggaan akan kekuatan kuasa dunia yang bobrok tak punya apa-apa di mata Tuhan Yesus. Ia dan seisi rumahnya bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Ia gembira karena menjadi percaya kepada Allah. Ia jadi alat Tuhan untuk menjadi pewarta keselamatan kepada sesamanya di kota Filipi.
Pemazmur tak ketinggalan bermadah, "Tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, Engkau akan menyelesaikan segalanya bagiku! Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, janganlah tinggalkan buatan tangan-Mu!" (Mzm 138:7c-8).
Sebagai saksi Injil Tuhan tetap merawat dan meneguhkan kita dengan kuasa ilahi-Nya melalui tanda-tanda ajaib yang diadakan-Nya sendiri.
Tuhan terus berkarya melalui diri kita yang rapuh dan hina untuk membungkam para pembesar dunia yang mengagungkan kepongahan kuasa mereka. Kepongahan yang menjadi sumber segala malapeta bagi manusia mesti disingkirkan dari otak dan hati yang membantu.
Injil Kabar Gembira, kuasa Roh Kudus menginsyafkan kita akan tiga hal penting ini: dosa karena tidak percaya kepada Yesus dan Bapa-Nya, kebenaran karena Yesus tinggalkan para murid-Nya dan pergi kepada Bapa-Nya, penghakiman karena penguasa dunia yang pongah telah dihukum.
Jadilah insan beriman yang rendah hati dan giatlah jadi saksi Injil Tuhan yang menembusi ketakutan. Allah rawat kita para saksi Yesus Putra-Nya di tengah dunia ini dengan mukjizat kudus-Nya.
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Selasa / Pekan VI Paskah / C, 270525)
Renungan Harian Katolik Minggu 31 Agustus 2025: Lupa diri dan Hormat yang Sejati |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Agustus 2025, "Baik dan Setia" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Agustus 2025, "Setia dengan Perkara Kecil" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Agustus 2025, "Optimis Dalam Hidup: Sukses Ada di Tanganmu" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Jumat 29 Agustus 2025, "Kenapa Dendam Tetap Tersimpan di Hati?" |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.