Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 26 Mei 2025, "Para Rasul: Saksi Tulen Kasih dan Kebenaran Kristus"

para rasul tetap bersukacita dalam tugas ini, agar manusia bertobat dan menjadi selamat karena percaya pada Yesus.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

Renungan Harian Katolik Senin 26 Mei 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
Pesta Santo Filipus Neri, Imam
PARA RASUL: SAKSI TULEN KASIH DAN KEBENARAN KRISTUS YANG TAK PUTUS ASA
(Kis 16:11-15; Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b; Yoh 15:26 - 16:4a)

"Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbakti bagi Allah." (Yoh 16:2).

Pewarta pertama dan terutama tentang Yesus dan penyelamatan-Nya di dunia adalah Roh Kudus. Para murid yang sejak semula ada bersama Yesus pun menjadi saksi yang tak diragukan. Pewartaan Injil kabar gembira adalah prioritas tugas perutusan.

Tugas ini berisiko besar sebab nyawa jadi taruhan. Kendatipun demikian sebagai saksi kasih dan kebenaran Kristus, para rasul tetap bersukacita dalam tugas ini, agar manusia bertobat dan menjadi selamat karena percaya pada Yesus.

Roh Yesus yaitu Roh Penghibur, Roh Kebenaran tetap menyertai para rasul dalam misi Allah ini. Sebab hanya melalui Kristus Allah menyatakan kasih-Nya secara sempurna kepada manusia. Maka para rasul tetap bersukacita dan tidak putus asa walau tantangan berat terpaksa mereka hadapi.

Semakin ditantang, mereka semakin menjadi dewasa dalam iman akan Tuhan dan karena itu mereka bersukacita. Bahkan Santo Paulus bilang kami habis akan namun tidak putus asa (2Kor 4:8).

Kondisi hati dan batin yang memberi spirit untuk terus maju dan berkembang dalam hidup baik jasmani maupun rohani adalah sukacita. Kebajikan dalam hidup pun diperoleh melalui jalan sukacita. Sebab itu bersukacitalah senantiasa.

Melalui Roh Kudus, kasih Allah tercurah dalam diri kita. Roh Kudus, Roh Yesus menyertai Paulus dan Silas di kota Makedonia. Oleh pewartaan Injil di kota itu, Tuhan membuka hati seorang perempuan bernama Lidia menjadi percaya.

Ia dan seisi rumahnya dibaptis. "Lidia seorang perempuan yang beribadah kepada Tuhan." (Kis 16:14). Pemazmur memberi tanggapan dalam madah agungnya, "Biarlah orang saleh beria-ria dalam kemuliaan biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidurnya! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah." (Mzm 149:9b).

Santo Filipus karena kesalehannya memperoleh rahmat istinewa dari Allah di mana hatinya dinyalakan dengan api Roh Kudus untuk secara mengagumkan memberikan perhatian khusus dalam pelayanan bagi anak-anak dan kaum muda.

Dan sebagai hamba Tuhan yang setia mahkota kekudusan pun dianugerahkan kepadanya. Semoga oleh peran Roh Penghibur yang dijanjikan Yesus, orang-orang beriman masa kini yang cepat putus asa menghadapi tekanan hidup yang semakin berat hari demi hati mendapat peneguhan. Mari menjadi saksi kasih dan kebenaran Kristus dalam tugas panggilan kita masing-masing.

Kita belajar bersukacita dan bersyukur atas berkat Tuhan yang kita terima agar kita semakin berkembangan dalam kebajikan dan sabar serta setia menanggung tantangan iman dan beban hidup apa saja yang kita temui. Roh Penolong beserta kita selalu.

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Senin/ Pekan VI Paskah/C, 260525)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved