Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 22 Mei 2025, Sukacita: Manifestasi Keinginan Terdalam Seorang Beriman

Yesus pun pernah berada pada level kebutuhan spiritual ini yaitu kegembiraan dalam Roh Kudus. Sukacita kita akan menjadi penuh ketika melupakan diri u

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

Renungan Harian Katolik Kamis 22 Mei 2025
SUKACITA: MANIFESTASI KEINGINAN TERDALAM SEORANG BERIMAN

Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
Kis 15:7-21; Mzm 96:1-2a.2b-3.10; Yoh 15:9-11)

"Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam dan sukacitamu menjadi penuh." (Yoh 15:11).

Hasil kebutuhan rohani tertinggi yang menjadi dambaan orang beriman untuk dipenuhi dalam hidup adalah sukacita batiniah atau kegembiraan dalam Roh.

Yesus pun pernah berada pada level kebutuhan spiritual ini yaitu kegembiraan dalam Roh Kudus. Sukacita kita akan menjadi penuh ketika melupakan diri untuk dikasihi dan orientasi kasih hanya terarah pada Tuhan dan sesama.

Atau dengan kata lain berusaha bertekun dalam menjalankan perintah kasih dalam hidup yaitu mengasihi Tuhan dan sesama.

Mengasihi untuk kepenuhan sukacita dalam diri berarti berniat berhenti buat susah orang lain. Hukum emas untuk hidup berbunyi, "segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka." (Mat 7:12).

Hal ini akan menjadi bagian integral dalam diri seorang beriman, jika ia memiliki pandangan utuh bahwa dalam diri manusia ada martabat ilahi. Tanpa keaadaran moral-etis dan spiritual ini, kelakuan tak sopan terhadap sesama tak bisa dikendalikan.

Dengan adanya keaadaran bahwa manusia memiliki martabat ilahi maka si miskin yang berkekurangan, si sakit yang berbaring tak berdaya, si terlantar di jalanan dan si difabel yang tak bisa buat apa-apa, mendapat pusat perhatian untuk pelayanan dan tak terabaikan lagi.

Pelayanan yang tanpa pilih kasih ini, menampakkan kasih Tuhan Yesus sendiri secara jujur, adil dan bermartabat dalam diri kita sebagai murid-murid-Nya. Hanya dalam kasih tulus pelayanan, sekat pemisah kita runtuhkan demi kebutuhan riil sesama.

Tuhan yang penuh kasih membuka kerahiman-Nya untuk menerima setiap orang yang datang kepada-Nya. Gereja dalam misi keselamatan pun sama, tidak boleh mempersulit bangsa-bangsa yang bertobat ikut Yesus.

Seperti dulu, kini orang yang bertobat menjadi Katolik dan ikut Yesus berkembang pesat di pelbagai tempat dan dari waktu ke waktu cenderung meningkat. 

Ketika para rasul dan para murid menghadapi masalah berhunungan dengan orang-orang dari bangsa lain yang  bertobat dan mau ikut Yesus,  mereka pun duduk bersidang untuk menemukan solusi yang terbaik sesuai kehendak Tuhan sendiri.

Dalam perdebatan sengit tentang ketentuan bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi yang bertobat dan berbalik kepada Tuhan Yesus, Petrus angkat bicara, "Saudara-saudara kamu tahu, bahwa sejak semula Allah telah memiliu aku di antara kamu  supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya." (Kis 15:7).  

"Allah sama sekali tidak mengadakan perbedaan amtara kita dengan mereka, sesudah ia menyucikan hati mereka oleh iman." (Kis 15:9).

Percayan dan ikut Yesus pada hakikatnya adalah kehendak Allah sendiri. Karena itu berkat kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita beroleh keselamatan yang sama seperti semua orang yang Tuhan panggil. Allah menghendaki agar semua orang bertobat dan percaya pada Putra Tunggal-Nya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved