Senin, 13 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Rabu 21 Mei 2025, “Akulah Pokok Anggur yang Benar”

Apa saja buah yang dapat kita hasilkan dalam hidup kita? Ini bisa berupa tindakan kasih, pelayanan kepada sesama, atau kesaksian iman kita.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Bruder Pio Hayon SVD 

Renungan Harian Bruder Pio Hayon SVD
Hari Rabu Pekan  Paskah V
Rabu, 21  Mei  2025.  
Bacaan I: Kis. 15: 1-6
Injil:  Yoh. 15: 1-8
“Akulah Pokok Anggur yang Benar”

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Salam damai  sejahtera untuk kita semua. Pohon anggur adalah jenis tanaman yang sangat penting bagi masyarakat Yahudi karena menjadi bahan minuman untuk setiap acara peribadatan juga untuk pesta-pesta. Dan Tuhan Yesus menyebut diriNya sebagai pokok anggur berarti Dia memberi diri bagi hidup orang lain.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Dalam bacaan hari ini, kita merenungkan tema "Akulah Pokok Anggur yang Benar" yang diambil dari Injil Yohanes 15:1-8 dan Kisah Para Rasul 15:1-6.

Melalui bacaan ini, kita diajak untuk memahami hubungan kita dengan Kristus sebagai pokok anggur dan bagaimana kita dapat berbuah dalam hidup kita.

Kita renungkan pertama dari bacaan I: Kisah Para Rasul 15:1-6. Dalam Kisah Para Rasul ini, kita melihat perdebatan yang terjadi di antara para rasul dan pengikut Yesus mengenai apakah orang-orang non-Yahudi perlu mengikuti hukum Taurat untuk diselamatkan.

Perdebatan ini menunjukkan pentingnya pemahaman yang benar tentang iman dan keselamatan. Para rasul berkumpul untuk membahas masalah ini, dan keputusan diambil untuk tidak membebani orang-orang non-Yahudi dengan hukum yang berat, melainkan untuk menekankan iman kepada Yesus Kristus sebagai jalan keselamatan.

Ini mengingatkan kita bahwa keselamatan adalah anugerah yang diterima melalui iman, bukan melalui usaha manusia. Sedangkan dalam bacaan Injil: Yohanes 15:1-8, kita merenungkan tentang Yesus yang menyatakan diri-Nya sebagai "pokok anggur yang benar."

Dia menjelaskan bahwa Bapa adalah pengusahanya, dan setiap ranting yang tidak berbuah akan dipotong, sementara ranting yang berbuah akan dibersihkan agar dapat berbuah lebih banyak.

Yesus menekankan pentingnya tinggal di dalam-Nya, karena tanpa Dia, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Ini menunjukkan bahwa hubungan kita dengan Kristus adalah sumber kehidupan dan kekuatan kita. Ketika kita tinggal di dalam Kristus, kita akan berbuah banyak, dan dengan demikian memuliakan Bapa.

Refleksi kita atas permenungan kita dari bacaan-bacaan suci hari ini adalah: Hubungan yang Intim: Yesus mengajak kita untuk memiliki hubungan yang dekat dengan-Nya.

Apakah kita sudah menghabiskan waktu untuk berdoa dan merenungkan firman-Nya? Tinggal di dalam Kristus berarti kita harus aktif mencari-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Berbuah dalam Kehidupan: Setiap kita dipanggil untuk menghasilkan buah yang baik.

Apa saja buah yang dapat kita hasilkan dalam hidup kita? Ini bisa berupa tindakan kasih, pelayanan kepada sesama, atau kesaksian iman kita.

Menghadapi Tantangan: Seperti yang dialami oleh para rasul dalam Kisah Para Rasul, kita juga akan menghadapi tantangan dalam iman kita. Namun, dengan tetap terhubung dengan Kristus, kita akan mendapatkan kekuatan untuk mengatasi setiap rintangan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved