Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 12 April 2026, 'Kerahiman Ilahi yang Mengubah Kehidupan'
Ketika Yesus datang kembali dan menampakkan diri kepada Tomas, Yesus tidak menyalahkan Tomas, tetapi menunjukkan belas kasih-Nya.
Oleh : RP. John Lewar SVD
Biara Soverdi St. Josef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor NTT
POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Minggu 12 April 2026 Hari Minggu Paskah kedua: Minggu Kerahiman Ilahi dari RP. John Lewar SVD berjudul 'Kerahiman Ilahi yang Mengubah Kehidupan'.
Renungan Harian Katolik RP. John Lewar SVD merujuk pada Bacaan I: Kis. 2:42-47; Mzm. 118:2-4,13-15,22-24; 1Ptr.
1:3-9; Yoh. 20:19-31. Warna Liturgi Putih
Minggu Kerahiman Ilahi setiap orang Katolik dapat memperoleh indulgensi penuh dgn syarat.
Minggu II Paskah dirayakan sebagai Minggu Kerahiman Ilahi. Pada hari pertama minggu itu, para murid berkumpul di suatu tempat yang terkunci karena ketakutan akan orang-orang Yahudi.
Mereka merasa terpojok, takut, dan bingung setelah kehilangan Yesus.
Namun, tiba-tiba Yesus hadir di tengah-tengah mereka, menyapa mereka dengan kata-kata yang penuh damai: "Damai sejahtera bagi kamu."
Kata-kata ini bukan hanya ungkapan salam, tetapi juga merupakan pernyataan dari kerahiman Allah yang hadir dalam Yesus Kristus.
Kerahiman Ilahi itu mengubah Kehidupan. Pertama, Damai Sejahtera yang Mengalahkan Ketakutan. Di tengah ketakutan dan kecemasan mereka, Yesus membawa damai yang mengalahkan segala bentuk ketakutan.
Damai sejahtera yang diberikan oleh Yesus bukan sekadar ketenangan jasmani, tetapi damai yang mengarah pada pemulihan hubungan dengan Allah dan sesama. Kerahiman Allah membawa kedamaian dalam hati yang terluka dan gundah gulana.
Hal ini mengingatkan kita bahwa dalam setiap kegelisahan dan ketakutan, kita dapat menemukan kedamaian sejati di dalam Kristus.
Kedua, Kerahiman Allah yang Mempersatukan Kita dengan Allah. Setelah memberikan damai sejahtera, Yesus menghembuskan Roh Kudus-Nya dan memberikan kuasa kepada murid-murid-Nya untuk mengampuni dosa.
"Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya akan diampuni; jikalau kamu menyatakan dosanya tetap, dosanya tetap." (Yoh. 20:22-23).
Ini adalah tanda kerahiman Allah yang memungkinkan kita untuk menjadi saluran kasih dan pengampunanNya kepada dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/John-Lewar-SVD.jpg)