Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 12 April 2026, “Melihat dan Percaya”
Renungan Harian Katolik Bruder Pio Hayon SVD merujuk pada Bacaan I: Kis. 2:42-47, Bacaan II: 1Ptr. 1: 3-9 Injil: Yoh. 20: 19-31.
Oleh : Bruder Pio Hayon SVD
POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Minggu 12 April 2026 Hari Minggu Paskah kedua: Minggu Kerahiman Ilahi dari Bruder Pio Hayon SVD berjudul “Ya Tuhanku dan Allahku”.
Renungan Harian Katolik Bruder Pio Hayon SVD merujuk pada Bacaan I: Kis. 2:42-47, Bacaan II: 1Ptr. 1: 3-9
Injil: Yoh. 20: 19-31.
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Pada Minggu Kerahiman Ilahi, Gereja mengarahkan pandangan kita kepada hati Allah yang penuh belas kasih.
Injil hari ini membawa kita masuk ke suasana ruang terkunci: murid-murid takut, namun Tuhan yang bangkit justru datang dan menyapa dengan “Damai Sejahtera bagi kamu”.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 11 April 2026, "Yesus Mencela Ketidakpercayaan Para Murid"
Di tengah ketidakpercayaan Tomas, rahmat Allah tetap bekerja—hingga Tomas berseru, “Ya Tuhanku dan Allahku.” Kerahiman Ilahi bukan hanya pengampunan, tetapi kuasa Tuhan yang menyembuhkan iman yang retak.
Saudara-saudari terkasih.
Dalam bacaan pertama (Kis 2:42-47) berkisah tentang Jemaat perdana yang bertekun dalam ajaran para rasul, persekutuan, pemecahan roti, dan doa.
Kerahiman Ilahi melahirkan komunitas yang saling melayani: mereka berbagi, menguatkan satu sama lain, dan mengalami “kasih yang nyata” dalam hidup bersama.
Pada bacaan kedua (1Ptr 1:3-9) bercerita tentang Petrus yang menegaskan bahwa kita memperoleh keselamatan melalui kebangkitan Kristus. Walau iman bisa diuji, tujuan akhirnya adalah kemuliaan yang akan dinyatakan.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 11 April 2026, "Pergi adn Beritakanlah Injil"
Kerahiman membuat iman tidak hancur oleh ujian, melainkan bertahan dan semakin murni. Dalam dalam Injil (Yoh 20:19-31) Yesus datang memberi damai dan “tanda” untuk menumbuhkan iman.
Tomas tidak hadir saat pertama kali Yesus datang, sehingga ia sulit percaya. Namun Tuhan tidak menolak Tomas—Yesus hadir lagi dan mengundang Tomas untuk percaya.
Dari situ Tomas mengucapkan pengakuan iman yang paling dalam: Yesus adalah Tuhan dan Allah. Refleksi kita adalah “Ketakutan dan keraguan”: Apakah kita sedang mengalami ketakutan stay keraguan?
Itu berarti kita sedang ditangani oleh Tuhan? Walaupun para muridNya ada dalam suasana ruang terkunci, Yesus tetap datang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pio-Hayon_0104.jpg)