Kamis, 30 April 2026

Sumba Timur Terkini

Sumba Timur Miliki 149 Destinasi Wisata, Kadispar: Mai La Humba

Dalam pentahelix, jelasnya, kritik dan masukan terhadap pengelolaan pariwisata perlu diterima dengan baik, sebab itu bagian dari upaya perbaikan.

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN BUDIMAN
PARIWISATA - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Timur, Ida Bagus Putu Punia saat ditemui POS-KUPANG.COM pada Selasa (20/5/2025) siang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Kabupaten Sumba Timur, NTT memiliki 149 destinasi wisata alam dan budaya. Seluruhnya dibungkus dalam brand pariwisata yang disebut “Mai La Humba”. Artinya Mari Datang ke Sumba.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumba Timur, Ida Bagus Putu Punia pada Selasa (20/5/2025) siang.

Bagus mengatakan, Sumba Timur memiliki ragam destinasi wisata alam seperti pantai dan bukit. Juga wisata budaya seperti kampung adat dan sekolah adat Marapu.

Wisata pantai, sebutnya, ada Pantai Puru Kambera, Pantai Londa Lima, Walakiri, Watu Parunu, Tarimbang, dan  Mondu Lambi. Sementara wisata bukit sabananya, hampir dapat ditemukan di semua wilayah.

“Tapi yang terkenal sekarang Bukit Hiliwuku, Tanau, Wairinding, Ndapayami. Itu yang sudah ada nama karena dekat dengan kota ya,” katanya kepada POS-KUPANG.COM.

Baca juga: Tamu Umbu Pingngiai Sebut Pemkab Sumba Timur Serius Lindungi Perempuan dan Anak

Semua lokasi wisata tersebut dapat diakses dengan mudah. Dari Kota Waingapu bisa ditempuh dalam waktu satu hingga dua jam.

Bagus menyebutkan, pada tahun 2024 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sumba Timur tercatat sebanyak 41.000 orang. Meningkat 3.000 dari tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, sekitar 3.000 adalah wisatawan mancanegara. Sisanya adalah wisatawan lokal.

Bagus menjelaskan bahwa, pengelolaan destinasi wisata di Sumba Timur sudah banyak melibatkan masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Wisata kami dikelola oleh Pokdarwis. Mereka sudah ada keputusan lokalnya dan kami ikuti –biaya yang harus dibayar itu sudah ditetapkan,” katanya. “Sehingga tidak ada pungutan lain,” tambahnya.

Untuk menguatkan Pokdarwis itu, pada tahun 2024 juga sudah digelar enam kelas pelatihan di berbagai lokasi wisata yang sudah berjalan. Tujuannya agar masyarakat memiliki pemahaman dasar pengelolaan wisata.

Baca juga: Dinas Pendidikan Sumba Timur Fokus Tingkatkan Literasi dan Numerasi

Bagus mengungkapkan, konsep sadar pariwisata atau sapta pesona itu sangat penting.

"Tiga hal penting dalam pariwisata itu adalah apa yang bisa dilihat, apa yang bisa dinikmati, dan bagaimana pelayanan kita. Serta, apa yang bisa mereka bawa pulang dalam bentuk kesan," ungkapnya.

Sehingga menurutnya, kesan baik wisatawan harus terus dibangun.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved