Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Selasa 20 Mei 2025, "Damai Dalam Hati Datang Dari Allah Melalui Yesus"
Yesus Almasih empunya damai, pergi kepada Bapa-Nya untuk masuk dalam semarak kemuliaan-Nya, namun Ia meninggalkan damai bagi kita para pengikut-Nya.
Renungan Harian Katolik Selasa 20 Mei 2025
DAMAI DALAM HATI DATANG DARI ALLAH MELALUI YESUS
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
(Kis14:19-28; Mzm 145:10-11.12-13ab.21; Yoh 14:27-31a)
"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu,...(Yoh 14:27). Untuk memperoleh segala sesuatu yang dibutuhkan dalam hidup, dunia menawarkan ambisi dan perjuangan ketat serta menganjurkan pelbagai cara entah halal atau pun haram.
Penguasa duniawi berjuang merebut kemewahan duniawinya namum tetap tak suskses membawa damai sejati, hati tetap ragu, gelisah dan bimbang sebab tak ada damai yang penuh dalam dunia ini.
Yesus Almasih empunya damai, pergi kepada Bapa-Nya untuk masuk dalam semarak kemuliaan-Nya, namun Ia meninggalkan damai bagi kita para pengikut-Nya. "Apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan dunia kepadamu. Jangan gelisah dan gentar hatimu." (Yoh 14:27). Mengasihi Tuhan, kita akan memperoleh damai-Nya dan tinggal dalam sukacita.
Damai itu hal vital dalam hidup. Ia berkaitan langsung dengan pusat hidup manusia yaitu hati. Karena itu damai dalam hati sesunguhnya datang dari Allah sendiri dalam Diri Yesus Kristus Tuhan kita. Benar ungkapan ini bahwa hati itu mahal dan berharga.
Karena di situlah Allah melihat dirimu dan bukan rupanu. Dalam kebeningan dan keheningan hati, seseorang dapat memfilter dengan bijak kebutuhan dari keinginan, prioritas dari niat, ambisi dan nafsu.
Tuhan sumber hidup kita.
Maka Tuhan juga mesti menjadi sumber inspirasi dalam upaya menggapai apa yang diperlukan dalam hidup ini termasuk di dalamnya kebutuhan vital damai itu. Para rasul siang malam tak jenuh-jenuhnya mewartakan Tuhan yang bangkit.
Bagi para rasul Tuhan Yesus itu prioritas utama dalam hidup mereka. Demi Yesus Paulus dan Barnabas tidak pernah menyerah dalam karya pewartaan Injil dari tempat yang satu ke tempat berikut. Tantangan berat seperti penolakkan, penderitaan, penganiayaan silih berganti menimpa dari waktu ke waktu. Permasalahan yang mereka jumpai tidak membuat mereka cemas dan takut, hati selalu penuh damai dan sukacita.
Hati mereka bening dan teduh hingga menghantarkan mereka pada pemahaman yang benar seperti yang Yesus katakan bahwa hanya melalui kesengsaraan yang perih Ia bangkit dari antara orang mati dan masuk ke dalam kemuliaan-Nya.
Demikian juga para rasul dalam tugas keselamatan ini mengalami sengsara sebagai bagian penting untuk masuk dalam Kerajaan Allah. "Mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka bahwa ia telah mati.
Akan tetapi ketika murid-murid berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokkan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe." (Kis 14:19b-20). Tuhan menyertai rasul-rasul itu dengan tanda-tanda ajaib. Hati mereka tetap bersukacita dan penuh damai walau badai penganiayaan terus bergelora.
Jemaat yang telah percaya pada Yesus yang bangkit tetap dijaga, dipelihara dan dinasehati agar tetap bertekun dalam iman dan bersaksi tentang kasih dan damai Tuhan di tengah kehidupan mereka. Pemazmur melantungkan kidung pujiannya, "Mereka memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan Kerajaan-Mu yang semarak mulia.
Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi, pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunana." (Mzm 145:12-13ab). Kejarlah kerajaan damai yang tak dapat direbut dunia dari dalam hatimu. Damai itu adalah kasih Yesus yang memenuhi setiap insan yang percaya kepada Allah melalui Diri-Nya.
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Selasa / Pekan V Paskah/C, 200525)
Renungan Harian Katolik Minggu 31 Agustus 2025: Lupa diri dan Hormat yang Sejati |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Agustus 2025, "Baik dan Setia" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Agustus 2025, "Setia dengan Perkara Kecil" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Agustus 2025, "Optimis Dalam Hidup: Sukses Ada di Tanganmu" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Jumat 29 Agustus 2025, "Kenapa Dendam Tetap Tersimpan di Hati?" |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.