Imigrasi Indonesia dan Kamboja Sepakati Kerjasama Pencegahan Perdagangan Orang
Pemerintah Indonesia mencatat maraknya kasus-kasus WNI yang terindikasi bekerja secara non-prosedural yang terjerat dalam online gambling dan scamming
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Sipri Seko
Terkait hal ini, Menteri Imipas menyampaikan “Kami juga membantu membangun kesadaran untuk waspada dalam merespon tawaran bekerja di luar negeri, terutama jika mereka diminta memberi keterangan yang tidak benar untuk mendapatkan paspor. Saat ini, ada 185 desa binaan yang kami miliki,” papar Agus.
Agus mengungkapkan harapannya akan hasil dari Bilateral Meeting kali ini. "Pertemuan ini menjadi platform penting untuk memperdalam pemahaman bersama, berbagi pengalaman, dan merumuskan solusi inovatif terhadap isu-isu keimigrasian yang menjadi kepentingan kedua negara. Kami berharap dapat mencapai hasil yang signifikan, terutama dalam upaya melindungi warga negara kita dan memerangi kejahatan transnasional," tutup Agus. (gus)
Baca berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE.NEWS
| Opini - Merenungkan Peristiwa Mulia Selama Bulan Maria yang Bertepatan dengan Masa Paskah |
|
|---|
| BMKG Ingatkan Dampak Siklon Tropis Hagupit, Waspada Hujan Lebat di 5 Wilayah Ini, Cek Daftarnya |
|
|---|
| Benarkah BLT Kesra Cair Mei 2026? Cek Faktanya Berikut |
|
|---|
| Pengukuhan Dua Guru Besar, Rektor Manfred Habur: Unika Santu Paulus Ruteng Terus Bertumbuh |
|
|---|
| Transisi Energi dari Akar Pesisir: Upaya PLN UPT Kupang Jaga Ekosistem dan Infrastruktur Flores |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Imigrasi-indonesia-dan-kamboja-kerja-sama.jpg)