Ledakan Amunisi Kadaluarsa di Garut

Ketua Komisi I DPR RI akan Panggil jajaran TNI Terkait Ledakan Amunisi di Garut

Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengungkapkan komisinya akan memanggil jajaran TNI usai kejadian pemusnahan amunisi kedaluwarsa

|
KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA
UTUT ADIANTO - Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (19/3/2025). 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto mengungkapkan komisinya akan memanggil jajaran TNI usai kejadian pemusnahan amunisi kedaluwarsa yang menyebabkan 13 orang meninggal dunia di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Utut mengatakan akan memanggil Panglima TNI Jenderal Agus Subianto serta jajaran yang bertugas di wilayah itu.

"Nanti kita undang panglima, pangdam, danrem yang bertugas di sana, dan komandan-komandan lapangan," kata Utut di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (14/5/2025).

Meski begitu, ia belum bisa memastikan jadwal undangan untuk petinggi TNI tersebut. Menurutnya, pertemuan akan dilakukan secepatnya. 

"Jadi, kapan kita memanggil, kita akan segera. Tentu mudah-mudahan sebelum masa sidang ini," kata dia.

UTUT ADIANTO - Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (19/3/2025).
UTUT ADIANTO - Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (19/3/2025). (KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA)

Selain itu, jajaran Komisi I DPR juga akan melakukan kunjungan kerja ke tempat kejadian perkara. Utut berharap ini terakhir kalinya kejadian serupa terjadi di Indonesia.

"Kita juga nanti sebisa mungkin akan ke sana. Dan sebisa mungkin ini harus menjadi yang terakhir," tegasnya. 

Utut memandang, kejadian ini bukan persoalan aturan, melainkan soal sikap dalam bekerja. Dia menekankan agar jajaran TNI tidak lagi ada yang ceroboh.

"Ini soal dedicated to excellence, sikap dalam bekerja. Jangan ceroboh, aturan harus ditaati, ada komandan yang jaga, ada orang yang terus. Untuk hal-hal gini ini harus, enggak boleh sembarang orang," tegasnya.

Adapun sebanyak 13 orang tewas, baik dari masyarakat sipil maupun TNI, dalam insiden pemusnahan amunisi kedaluwarsa yang terjadi pada Senin (12/5/2025) di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Dari jumlah 13 korban tewas tersebut, empat di antaranya merupakan anggota TNI AD. 

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana menjelaskan, ledakan amunisi di Garut, Jawa Barat, terjadi saat jajaran Gudang Pusat Amunisi dan Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat (AD) melakukan penyusunan detonator di salah satu lubang untuk meledakkan amunisi afkir.

Saat penyusunan tersebut, Wahyu menjelaskan bahwa tiba-tiba ledakan terjadi di sumur tersebut.

"Termasuk (menyusun) sisa detonator yang ada berkaitan dengan amunisi afkir tersebut. Saat tim penyusun amunisi menyusun detonator di dalam lubang tersebut, secara tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam lubang yang mengakibatkan 13 orang meninggal dunia," ujar Wahyu dalam konferensi persnya, Senin kemarin.

Akibat kejadian itu, TNI akan melakukan pengetatan pengawasan. TNI berjanji akan mengusut tuntas penyebab peristiwa tersebut secara transparan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved