Kamis, 4 Juni 2026

Konflik India Pakistan

Konflik Memanas, India dan Pakistan Di Ambang Perang, Waspadai Penggunaan Nuklir

Sebagian besar korban adalah wisatawan India yang mengunjungi Kashmir karena menjadi tempat wisata yang terkenal.  

Tayang:
Editor: Ryan Nong
REUTERS/Mukesh Gupta
ILUSTRASI - Seorang polisia siaga di jalanan di Jammu, Kashmir, India. India dan Pakistan kini di ambang perang pasca konflik yang meletus di Kashmir akibat penembakan 25 wisatawan India. 

POS-KUPANG.COM, NEW DELHI - Kedua negara bertetangga di Asia Selatan, India dan Pakistan di ambang perang. Hal itu lantaran kini ketegangan antara keduanya makin memanas. 

Ketegangan antara India dan Pakistan disebut imbas konflik di Kashmir yang menewaskan 26 warga sipil oleh serangan milisi bersenjata pada 22 April 2025 lalu. 

Sebagian besar korban adalah wisatawan India yang mengunjungi Kashmir karena menjadi tempat wisata yang terkenal.  

India, sebagaimana dikutip dari Kompas.com,  menyebut bahwa peristiwa berdarah itu sebagai serangan teroris dan menuduh Pakistan terlibat. Sebaliknya, Islamabad membantah.

Sebuah kelompok bernama Resistance Front, cabang dari Lashkar-e-Taiba, mengeklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Pembunuhan tersebut membuat tensi India dan Pakistan mendidih, jual-beli tembakan antar tentara dari kedua belah pihak berlangsung selama beberapa malam di sepanjang garis kontrol atau line of control (LoC) Kashmir.

Bahkan, kedua negara di ambang perang setelah Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar menulis di X (sebelumnya Twitter) pada Rabu (30/4/2025) mengenai kemungkinan serangan militer dari India.

Attaullah mengatakan, Pakistan memiliki informasi intelijen yang kredibel bahwa India akan melancarkan serangan militer dalam 24 hingga 36 jam ke depan.

 

Potensi perang nuklir

Meningkatnya ketegangan antara India dan Pakistan juga memicu kekhawatiran tentang potensi perang nuklir.

Pasalnya, masing-masing negara memiliki hampir 200 hulu ledak nuklir, sebagaimana dilansir Newsweek.

Menurut data dari Arms Control Association, India memiliki sekitar 172 hulu ledak nuklir. Sementara Pakistan memiliki sekitar 170 hulu ledak nuklir.

Pada 1998, India mengadopsi kebijakan bernama "tidak menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu". Ini berarti negara itu hanya akan menggunakannya sebagai pembalasan.

Akan tetapi, India sedang mempertimbangkannya kembali kebijakan tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved