Kamis, 7 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 1 Mei 2025, "Percaya Kepada Anak"

Karena Allah telah menyatakan diriNya secara sempurna di dalam diri Yesus Kristus PuteraNya. Maka percaya kepada Anak Manusia yaitu Yesus Kristus itu

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Bruder Pio Hayon SVD menulis Renungan Harian Katolik 

Renungan Harian Bruder Pio Hayon SVD
Hari Kamis Pekan Paskah II
Kamis, 1  Mei  2025.  
Bacaan I: Kis. 5:27-33
Injil:  Yoh. 3: 31-36

“Percaya kepada Anak”

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Salam damai  sejahtera untuk kita semua. Iman kepada Allah dalam diri PuteraNya Yesus Kristus adalah kebenaran iman kita akan Allah.

Karena Allah telah menyatakan diriNya secara sempurna di dalam diri Yesus Kristus PuteraNya. Maka percaya kepada Anak Manusia yaitu Yesus Kristus itu adalah sebuah kebenaran.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Dalam bacaan hari ini, kita diingatkan tentang pentingnya iman kepada Yesus Kristus, Sang Anak, yang merupakan inti dari keselamatan kita.

Bacaan pertama dari Kisah Para Rasul 5:27-33 dan bacaan Injil dari Yohanes 3:31-36 mengajak kita untuk merenungkan makna percaya kepada Anak dan konsekuensinya dalam hidup kita.

Dari bacaan I: Kisah Para Rasul 5:27-33, kita merenungkan tentang para rasul yang dihadapkan kepada Mahkamah Agama setelah mereka ditangkap karena memberitakan Injil. Mereka dituduh melanggar perintah untuk tidak mengajar dalam nama Yesus.

Namun, Petrus dan rasul-rasul lainnya dengan berani menjawab, "Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia" (Kis. 5:29).

Mereka menegaskan bahwa Yesus adalah Mesias yang telah dibangkitkan oleh Allah dan bahwa mereka adalah saksi dari segala sesuatu yang telah terjadi. Keberanian mereka menunjukkan keyakinan yang mendalam akan kebenaran Injil dan pentingnya percaya kepada Anak.

Sementara itu dalam bacaan Injil: Yohanes 3:31-36, Yohanes penginjil menegaskan bahwa "siapa yang percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal" (Yoh. 3:36).

Ini adalah pernyataan yang kuat tentang hubungan antara iman dan kehidupan kekal. Yohanes juga menjelaskan bahwa Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Ini menunjukkan bahwa percaya kepada Yesus bukan hanya tentang pengakuan, tetapi juga tentang menerima kasih dan anugerah yang Dia tawarkan.

Permenungan kita dalam refleksi atas bacaan-bacaan yang ada dengan tema "Percaya kepada Anak" mengajak kita untuk merenungkan seberapa dalam iman kita kepada Yesus. Apakah kita, seperti para rasul, berani bersaksi tentang iman kita meskipun ada tantangan?

Apakah kita memahami bahwa iman kita kepada Kristus adalah sumber hidup yang kekal? Dalam dunia yang sering kali menantang iman kita, kita dipanggil untuk tetap teguh dan percaya bahwa Yesus adalah Juruselamat kita. Kita juga diingatkan bahwa percaya kepada Anak berarti menerima segala yang Dia ajarkan dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved