Selasa, 5 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 5 Mei 2026, "Damai Sejahtera-Ku"

Pada hari ini, Injil memperlihatkan Yesus yang menebarkan damai pada murid-murid-Nya: “Damai sejahtera-Ku Kutinggalkan bagimu.”

Tayang:
Editor: Eflin Rote
dok-pribadi Bruder Pio Hayon SVD
Bruder Pio Hayon SVD menulis Renungan Harian Katolik 

Renungan Harian Katolik
Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
Hari Selasa Biasa Pekan Paskah kelima–  5 Mei  2026
Bacaan I:  Kis. 14:19-28
Injil:  Yoh. 14:27-31a
Tema: “Damai sejahtera-Ku”

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Hari Selasa pads pekan Paskah kelima ini bukan hanya merayakan kebangkitan Yesus, tetapi juga menuntun kita masuk ke cara hidup-Nya.

Pada hari ini, Injil memperlihatkan Yesus yang menebarkan damai pada murid-murid-Nya: “Damai sejahtera-Ku Kutinggalkan bagimu.”

Tema “Damai sejahtera-Ku” penting karena damai yang Yesus berikan tidak sama dengan damai dunia. Bacaan Kisah Para Rasul menolong kita melihat bahwa damai itu nyata bahkan ketika ada pertentangan, penderitaan, dan ancaman.

Saudara-saudari terkasih 

Bacaan ini (Kis 14:19-28) berkisah tentang Paulus yang mengalami perlawanan hebat, bahkan nyaris dibunuh, lalu diselamatkan dan kembali melanjutkan karya.

Yang mengagumkan: ketika berada di tengah kesulitan, Paulus dan kawan-kawan tetap menguatkan hati murid-murid dengan meyakinkan mereka dan menyerahkan kepada kasih karunia Allah.

Ini menunjukkan bahwa damai dan penguatan datang dari Tuhan, bukan dari keadaan yang aman. Dalam Injil (Yoh 14:27-31a) Yesus berkata kepada murid-murid: jangan gelisah dan jangan takut.

Ia memberikan damai sejahtera-Nya yaitu damai yang berakar pada relasi dengan Bapa dan bukan damai yang bergantung pada situasi. Bahkan ketika Yesus menghadapi penderitaan, Ia tetap setia: “Aku pergi… dan Aku melakukannya sesuai dengan perintah Bapa.” Damai-Nya tampak dalam ketaatan dan keteguhan hati.

Poin refleksi kita adalah “Damai sejahtera”: ketika hati kita gelisah, apakah kita mencari “damai dunia” atau “damai sejahtera-Ku”?

Permenungan kita: Damai dunia sering berarti: masalah hilang, orang setuju, semuanya berjalan sesuai rencana. Damai Yesus justru meneguhkan kita tetap percaya dan tetap melangkah walau masalah masih ada.

Dalam hati kita, apa yang paling sedang membuat kita gelisah? “Sikap terhadap kesulitan”: di tengah kesulitan, bagaimana sikap hati kita: menyerah, membalas, atau menguatkan? Paulus dikuatkan dan kemudian menguatkan orang lain. Permenungan kita: ketika kita  mengalami tekanan, apakah kita lebih sering “menutup diri” atau justru mencari cara untuk tetap melakukan kebaikan?

“Ketataan”: damai Yesus lahir dari ketaatan pada Sabda. Apa satu langkah ketaatan yang perlu kita lakukan hari ini?

Permenungan kita: Yesus melakukan apa yang diperintahkan Bapa. Maka, damai tidak datang hanya dari doa permohonan, tetapi juga dari tindakan yang sesuai kehendak Tuhan misalnya berdamai, jujur, mengampuni, menjaga kesederhanaan, atau melayani dengan setia.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved