Kabupaten Kupang Terkini

Pembangunan Melalui Proses Panjang, Rumah Belajar UME Halan Bonen Akhirnya Diresmikan

Peresmian ini dibuka dengan adat natoni dan juga tarian okomama yang di bawakan oleh anak anak Kampung Bonen. 

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/ALEXANDRO NOVALIANO DEMON PAKU
PERESMIAN - Foto bersama Pdt Mery Kolimon dan keluarga Middelkoop dalam hal ini, Afke Middelkoop selaku generasi ketiga dari keluarga Middelkoop bersama seluruh tokoh yang hadir dalam acara Peresmian Rumah UME Halan Bonen, Sabtu (26/4/2025) bertempat di Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Alexandro Novaliano Demon Paku. 

POS-KUPANG. COM, OELAMASI- Melalui proses yang panjang pembangunan, Rumah Belajar UME Halan Bonen akhirnya diresmikan. 

Kurang lebih 11 bulan,1 minggu proses pembangunan Rumah Belajar UME Halan Bonen sampai pada tahap peresmian. 

Peresmian Rumah Belajar ini, secara resmi dilakukan pada hari Sabtu, (26/4/2025) tepatnya di Kampung Bonen, Desa Oeltua Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang. 

Turut hadir dalam acara peresmian ini Wakil Ketua Sinode GMIT, Ketua Klasis Kupang Tengah, Camat taebenu, Kepala desa Oeltua, Kades Baumata, Jaringan Perempuan Indonesia Timur, Rumah Harapan GMIT, Perwakilan Keluarga Middelkoop, Dosen Fakultas Teknik Sipil UNWIRA dan tokoh masyarakat sekitar. 

Peresmian ini dibuka dengan adat natoni dan juga tarian okomama yang di bawakan oleh anak anak Kampung Bonen. 

Baca juga: Pemerintah Kabupaten Kupang Lakukan Sayembara Desain Patung Kristus Memberkati


Pembangunan Rumah Belajar UME Halan Bonen, pada awal mulanya merupakan inisiatif dari Keluarga Yustus Maro dan Mery Kolimon yang kini menetap di Bonen, Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang dan juga bekerja sama dengan keluarga Middelkoop yang ada di Belanda. 

Dalam hal ini Keluarga Yustus Maro dan Mery Kolimon bercita cita untuk membangun rumah belajar demi mendukung pemberdayaan perempuan dan mengasuh nilai nilai yang baik dalam masyarakat. 

Diketahui bahwa keluarga Middelkoop yang adalah keturunan Belanda ini juga mempunyai peran besar dalam pembangunan Rumah Belajar dan juga bagi sejarah pulau Timor. 

Keluarga Middelkoop sendiri telah menjadi bagian penting dari peradaban Kristiani di Pulau Timor, dimana Peter Middelkoop bersama isterinya Jeet Middelkoop melayani sebagai rasul orang Timor selama kurang lebih 20 tahun di tanah Timor di paruh pertama abad ke 20.

Rumah Belajar UME Halan Bonen ini, didedikasikan untuk merayakan sejarah hidup dan pelayanan bersama antara keluarga Middelkoop dengan penduduk Tanah Timor dan juga mewariskan semangat dari generasi kedua keluarga Middelkoop untuk pemberdayaan perempuan dan anak di Timor. 

Afke Middelkoop selaku generasi ketiga, dalam acara peresmian tersebut menyampaikan, bahwa tanah Timor adalah tempat yang penting bagi keluarga Middelkoop. 

Baca juga: Stunting Kecamatan Taebenu Masih 13 Persen, Wabup Percaya Bisa Tertasi di Tahun 2023

"Timor telah menjadi tempat yang penting bagi keluarga Middelkoop selama tiga generasi Kakek Pieter dan nenek Jet, putra mereka dokter herman dan isterinya  Cornelia serta anak anak yang lahir di Timor sangat berhutang banyak kepada Timor. Sebagai seorang balita dari generasi ketiga Middelkoop saya (Afke) belajar berjalan di tanah Merah Timor dan Bahasa Indonesia (melayu) adalah bahasa pertama dan satu-satunya yang saya gunakan saat itu.Dengan pembangunan Rumah UME Halan sebuah rumah telah diciptakan dimana perempuan dan anak- anak dapat menjadi lebih kuat dalam berbagai kegiatan. Saya melihat bahwa Rumah UME Halan mengambil peran dalam melanjutkan tradisi orang tua dan kakek nenek saya, keluarga Middelkoop, " ungkap Afke. 

Pemberian nama Yayasan Ume Halan Bonen (YUHB) berasal dari dua kata, UME yang artinya Rumah dan Halan yang artinya Damai, yang tentu nantinya juga sejalan dengan harapan bahwa UME Halan dapat menghadirkan damai sejahtera. 

Pembangunan Rumah Belajar UME Halan Bonen, juga didesain langsung oleh Arsitektur Fakultas Teknik Sipil Univeristas Katolik Widya Mandira Kupang,  yang dibangun dengan memanfaatkan unsur-unsur kebudayaan masyarakat adat Timor. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved