Berita Kota Kupang Hari ini

Ular Piton Tiga Meter Lebih Gegerkan Warga Fontein Kupang 

Ular sempat mencoba melarikan diri ke arah selokan, namun berhasil dicegah oleh petugas. Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis,

|
Editor: Sipri Seko
POS-KUPANG.COM/HO
ULAR PITON - Ular Piton lebih dari tiga meter gegerkan warga Fontein. Ular piton tersebut akhirnya berhasil ditangkap petugas Damkar Kota Kupang, Rabu (9/4/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eugenius Suba Boro

POS-KUPANG.COM, KUPANG — Seekor ular piton sepanjang kurang lebih dari tiga meter muncul di salah satu rumah warga di Kelurahan Fontein, RT 8/RW 20, tepatnya di belakang Gedung BRI, dekat Perumahan Bulog, Rabu (9/4/2025). Kemunculan ini membuat warga geger.

Tak mampu dan takut mengevakuasi ular tersebut, warga kemudian melapor ke Damkar Kota Kupang. Laporan pertama diterima oleh petugas Damkar sekitar pukul 06.30 Wita, setelah sebelumnya warga menghubungi lewat telepon sekitar pukul 06.20 Wita. Dalam laporan tersebut, warga mengeluhkan adanya seekor ular piton besar yang terlihat merayap di area perumahan dan bahkan sempat mengirimkan video penampakan ular tersebut.

Namun saat warga mencoba kembali ke lokasi, ular sudah tidak terlihat. Dugaan sementara, ular tersebut telah masuk ke dalam rumah warga.

Petugas Damkar yang tiba di lokasi segera melakukan pencarian di sekitar selokan, pinggir kali, dan dalam rumah warga, tetapi belum menemukan tanda-tanda keberadaan ular. Tak lama kemudian, penghuni rumah yang sedang berada di kamar melihat ada gerakan mencurigakan dari plafon.

Setelah diperhatikan, ternyata ada tubuh ular yang melintas di atas plafon kamar. Warga tersebut langsung lari dan memberitahukan petugas yang masih melakukan pencarian.

Ular sempat mencoba melarikan diri ke arah selokan, namun berhasil dicegah oleh petugas. Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis, karena tubuh ular terjepit di selokan. Terjadi  tarik-menarik antara petugas dan ular selama lebih dari satu jam.

Medan yang sempit juga menjadi kendala utama, di mana hanya satu orang petugas yang bisa masuk untuk menarik ular. Akhirnya, ular berhasil ditangkap dan langsung diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan lebih lanjut. Tidak ada korban luka dari kejadian ini, baik dari pihak warga maupun petugas, namun suasana sempat panik.

Ronald Malelak, anggota pasukan regu Damkar Kota Kupang yang memimpin evakuasi mengatakan, tidak ada indikasi bahwa ular tersebut adalah hewan peliharaan warga sekitar.

"Warga pertama melihat ular keluar dari arah perumahan Bulog menuju kali, tapi terhalang pagar kawat dan akhirnya ular berbalik ke arah rumah warga," ujarnya.

Menurut Ronald, kejadian seperti ini bukan yang pertama kali terjadi di Kota Kupang.
"Sejak November hingga April ini, kami sudah menerima hampir 100 laporan terkait ular masuk ke permukiman. Sekitar 20 ekor sudah berhasil kami tangkap dengan ukuran beragam dan semua sudah kami serahkan ke BKSDA," jelasnya.

Ronald juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang jika menemukan ular atau reptil lain di lingkungan rumah. "Jangan panik, pantau pergerakan ular dan segera hubungi Damkar. Hindari juga menumpuk barang di sekitar rumah karena itu bisa menjadi tempat persembunyian ular," tutupnya. (uge)

 

Baca berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE.NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved