Kamis, 30 April 2026

Malaka Terkini

Pimpinan DPRD Malaka Minta Pemda Atur Drainase di Kota Betun

Pemerintah daerah perlu membuat dan mengatur drainasenya untuk aliran air dengan baik. Sehingga ketika hujan air itu dapat mengalir

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/KRISTOFORUS BOTA
Wakil Ketua DPRD Malaka, Ronaldo Asury saat ditemui POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya beberapa hari lalu 

"Jadi kami mohon supaya pemerintah bisa memperbaiki drainase yang ada. Kami minta untuk bisa ada pengerukan kembali got ini supaya bisa dalam kembali. Kami juga minta supaya masyarakat ditertibkan terkait yang menggunakan saluran atau drainase di depan rumahnya yang di semen mati kalau bisa dibongkar kembali. Karena kalau mereka tutup, jadi ketika hujan, ada sampah yang tidak bisa dibersihkan itu dapat membuat drainase tersumbat," pinta Betty.

Baca juga: Pungututan Retribusi Parkiran Kendaraan di Kota Betun Belum Disertai Karcis dari Dishub Malaka

Betty juga menyampaikan sudah pernah melapor ke Dinas Pekerjaan Umur (PU) Kabupaten Malaka dan Kepala Desa Wehali tapi laporan mereka belum direspon karena kendala anggaran.

"Pernah ada petugas yang datang lihaf. Kami juga pernah melapor ke dinas PU dengan Kepala Desa kami, tapi katanya anggaran belum ada. Kami ni setiap kali hujan kebanjiran, terendam air. Hampir semua masyarakat itu rumahnya sering kemasukan banjir. Kalau di jalan ini ni biasa terendam sampai berminggu - minggu, bahkan berbulan - bulan," keluh Betty.

Betty juga berharap semoga tahun ini atau tahun depan sudah bisa ada anggaran untuk menangani masalah tersebut.

"Kalau bisa dalam tahun ini atau tahun depan sudah bisa ada anggaran untuk perbaiki aliran air ini," harap Betty.

Selain itu, Betty juga meminta agar pemerintah dapat mengatur ulang drainase sehingga pada saat hujan, aliran airnya bisa terbagi dan tidak semuanya menuju ke daerah Pasar Baru tersebut.

"Kalau bisa pemerintah dapat mengatur kembali drainase di sini agar banjir saat hujan itu di bagi - bagi. Jangan semuanya diarahkan ke pasar baru sini, sehingga aliran air dari air hujan yang biasa datang itu kalau bisa ada pembagian jalur. Karena selama ini semuanya datang ke arah pasar baru ini. Semua mau dari atas gunung, mau dari kiri kanan, semuanya masuk ke pasar baru," ujar Betty. (ito)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved