Breaking News
Jumat, 1 Mei 2026

Malaka Terkini

Jenazah Saul Diautopsi Tim Forensik Polda NTT, Keluarga Tegaskan Komitmen Ungkap Kebenaran

Keluarga mengambil langkah penting dengan menyetujui proses autopsi terhadap jenazah korban, sebagai bagian dari upaya mencari kepastian.

Tayang:
POS-KUPANG.COM/KRISTOFORUS BOTA
AUTOPSI JENAZAH - Tim dokter forensik Polda NTT saat melakukan autopsi jenazah Wilhelmus Asa di Malaka, Selasa, (14/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pihak keluarga akhirnya mengambil langkah penting dengan menyetujui proses autopsi terhadap jenazah korban, sebagai bagian dari upaya mencari kepastian penyebab kematian yang selama ini dinilai penuh kejanggalan.
  • Autopsi tersebut dilakukan oleh tim dokter forensik dari Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, (14/4/2026) 
  • Langkah itu diharapkan menjadi titik terang dalam mengungkap fakta di balik kematian Saul yang ditemukan di Kali Wederok, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka.

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota


POS-KUPANG.COM, BETUN - Upaya mengungkap misteri kematian Wilhelmus Asa alias Saul (19) kini memasuki babak baru. 

Pihak keluarga akhirnya mengambil langkah penting dengan menyetujui proses autopsi terhadap jenazah korban, sebagai bagian dari upaya mencari kepastian penyebab kematian yang selama ini dinilai penuh kejanggalan.

Autopsi tersebut dilakukan oleh tim dokter forensik dari Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, (14/4/2026) kemarin. 

Langkah itu diharapkan menjadi titik terang dalam mengungkap fakta di balik kematian Saul yang ditemukan di Kali Wederok, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka.

Juru bicara keluarga, Carlos Un, dalam keterangan tertulisnya kepada POS-KUPANG.COM pada Rabu (15/4/2026), menyampaikan bahwa proses autopsi bukan sekadar tindakan medis, melainkan bagian penting dalam pencarian kebenaran.

“Jenazah Saul kini telah resmi diautopsi oleh tim forensik Polda NTT. Ini merupakan langkah penting untuk mengetahui secara pasti penyebab kematiannya,” ungkap Carlos.

Ia menegaskan, keluarga berharap tim forensik dapat bekerja secara profesional, teliti, dan objektif agar hasil yang diperoleh benar-benar akurat serta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Menurutnya, keputusan untuk melakukan autopsi bukanlah hal yang mudah bagi keluarga. Namun, langkah tersebut diambil sebagai bentuk keberanian sekaligus harapan besar agar tidak ada fakta yang tersembunyi di balik peristiwa tragis itu.

Senada dengan itu, kuasa hukum keluarga, Adventinus Liborius Koli, turut memberikan apresiasi terhadap perkembangan penanganan kasus ini, termasuk kerja sama yang terjalin antara keluarga dan aparat kepolisian.

Ia menjelaskan, sejak korban dinyatakan hilang, komunikasi antara keluarga dan Polres Malaka telah berlangsung secara intensif dan terbuka. 

Koordinasi tersebut terus berlanjut hingga proses penemuan jenazah di tepi Sungai Wederok dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

“Sejak awal, keluarga terus menjalin komunikasi dua arah dengan Polres Malaka. Kami mengapresiasi langkah sigap aparat dalam mengamankan TKP hingga proses evakuasi dilakukan secara prosedural,” jelasnya.

Meski kondisi jenazah saat ditemukan sangat mengenaskan, keluarga tetap sepakat untuk melanjutkan proses autopsi sebagai langkah medis-yuridis guna memperoleh kepastian penyebab kematian secara ilmiah.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved