Breaking News
Jumat, 10 April 2026

Malaka Terkini

Pimpinan DPRD Malaka Minta Pemda Atur Drainase di Kota Betun

Pemerintah daerah perlu membuat dan mengatur drainasenya untuk aliran air dengan baik. Sehingga ketika hujan air itu dapat mengalir

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/KRISTOFORUS BOTA
Wakil Ketua DPRD Malaka, Ronaldo Asury saat ditemui POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya beberapa hari lalu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota

POS-KUPANG.COM, MALAKA - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Malaka meminta pemerintah daerah mengatur drainase di Kota Betun

Demikian disampaikan Wakil ketua I DPRD Malaka, Ronaldo Asury saat diwawancarai POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya.

"Untuk drainase di Kota Betun ini pemerintah daerah harus mengaturnya dengan baik. Karena ini merupakan pusat ibu kota Kabupaten Malaka. Jadi penataan kota seperti drainase itu harus diprioritaskan," ucap Ronaldo

Ronaldo melanjutkan, pemda perlu membuat dan mengatur drainase untuk aliran air ini dengan baik.

"Pemerintah daerah perlu membuat dan mengatur drainasenya untuk aliran air dengan baik. Sehingga ketika hujan air itu dapat mengalir dengan baik jangan tertumpuk ke satu tempat atau diarahkan semuanya ke wilayah pasar baru," lanjut Ronaldo.

Ronaldo mengklaim, anggaran untuk penataan Kota Betun sudah ada.

"Soal anggaran untuk penataan kota betun pada prinsipnya ada. Ada anggaran untuk menunjang pembangunan dan penataan Kota Betun," ucap Ronaldo.

Diberitakan sebelumnya, kondisi jalan raya di Kota Betun, Dusun Pasar Baru B, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, NTT ibarat aliran sungai. Kondisi ini karena ruas jalan tersebut tidak ada drainase.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Senin (17/3/2025), kondisi jalan tersebut dialiri air yang terbuang langsung dari saluran di samping rumah salah seorang warga di wilayah tersebut.

Kepala Dusun Pasar Baru B, Betty Nitte, yang juga merupakan penduduk di sekitar jalan tersebut, saat diwawancarai mengatakan derita kebanjiran yang mereka alami di tempat itu sudah bertahun-tahun.

"Kami menderita kebanjiran ini sudah bertahun-tahun. Bukan baru satu atau dua tahun ini. Jadi kami berharap pemerintah dapat melihat keadaan kami terkait kondisi jalan di dusun pasar baru ini. Karena genangan air ini bisa menyebabkan penyakit berupa demam berdarah, diare dan lain - lain," ujar Betty.

Betty menuturkan, saat musim hujan, warga yang tinggal di dataran rendah selalu terkena dampak banjir.

"Jadi kalau setiap musim hujan, tempat kami ini datarannya rendah serta drainase di jalan ini juga banyak yang sudah rusak. Jadi banjir ini selalu kami rasakan," tutur Betty.

Ia juga meminta pemerintah dapat mengeruk kembali drainase yang sudah tertutup sekaligus menertibkan masyarakat yang melakukan cor beton dan menutupi drainase di depan rumah mereka.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved