Minggu, 19 April 2026

NTT Terkini 

IAI NTT Gelar Rakerda, Perkuat Kontribusi Apoteker di NTT

Rakerda ini membahas program kerja, menyusun rencana strategi, serta memperkuat peran IAI agar berkontribusi meningkatkan kesehatan masyarakat NTT.

|
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN BUDIMAN
KETUM IAI - Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) apt. Noffendri, SSi . 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM , Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM , KUPANG - Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Hotel Naka, Sabtu (22/3/2025).

Rakerda ini untuk membahas program kerja, menyusun rencana strategi, serta memperkuat peran IAI agar berkontribusi meningkatkan kesehatan masyarakat NTT.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah pelayanan keanggotaan, termasuk menyediakan Satuan Kredit Profesi (SKP) bagi apoteker agar tidak mengalami kendala dalam perpanjangan izin praktik setiap lima tahun.

Ketua Umum Pengurus Pusat IAI apt. Noffendri, SSi menegaskan bahwa pelayanan bagi peserta harus dipastikan tidak ada kendala dalam perpanjangan izin praktiknya.

“Apoteker sebagai tenaga kesehatan harus mampu mengumpulkan satuan kredit profesi (SKP) untuk memperbaharui izin praktik setiap 5 tahun. Saya memastikan teman-teman di sini menyiapkan layanan-layanan untuk menyediakan SKP agar tidak terganggu perpanjangan izin anggota,” katanya saat ditemui POS-KUPANG.COM.

Baca juga: Dukungan Pendirian Program Studi Profesi Apoteker Universitas Citra Bangsa Kupang NTT

Noffendri mengatakan dalam lima tahun terakhir, IAI NTT telah menunjukkan peningkatan pelayanan keanggotaan dan pengabdian masyarakat. Salah satu program unggulannya adalah “Apoteker Tanggap Bencana”.

Di mana tim apoteker siap turun ke lapangan ketika terjadi bencana di wilayah NTT. Ia berharap program ini semakin ditingkatkan.

"Saya melihat lima tahun sudah luar biasa melakukan pelayanan komunitas. Kami punya program-program yang mengabdi kepada masyarakat. Saya berharap frekuensinya ditingkatkan. Kami punya apoteker tanggap bencana, kalau ada bencana di daerah kita sudah ada tim apotekernya," katanya.

Dalam meningkatkan kompetensi apoteker, Noffendri mengatakan, IAI juga tengah mengembangkan program 'pengakuan keahlian' kompetensi bagi apoteker dari tahap awal bekerja hingga pensiun.

Ia menjelaskan, IAI memiliki Badiklat yang sudah terakreditasi A dari Kemenkes dan sedang mengembangkan pelatihan untuk menuju ke sana. Untuk namanya sudah direncanakan dengan nama apoteker advanced. Menyadur organisasi apoteker dunia FIP.

Baca juga: Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Kabupaten Malaka Periode 2022-2026 Resmi Dilantik

“Kami ingin ada pengakuan peningkatan kompetensi apoteker. Tidak hanya menjadi apoteker biasa, tapi ada 'jenjang'nya . Ada sebutan yang menunjukkan peningkatan kompetensinya. Kalau ada pengakuan ini berarti ada hubungan dengan kesejahteraan apoteker,” jelas Noffendri .

Selain itu, IAI juga bekerja sama dengan organisasi apoteker Asia Pasifik (FACP) untuk program fellowship untuk meningkatkan kompetensi.

Sementara untuk spesialisasi dalam profesi apoteker, IAI telah memiliki program spesialis farmasi nuklir yang telah berhasil dibuka di Universitas Padjadjaran, dan IAI terus berupaya membuka spesialisasi lainnya.

Dalam kesempatan itu, Noffendri juga mendorong pemerintah dan pihak terkait untuk terus membuka program profesi apoteker di universitas di NTT. Hal ini diharapkan mempermudah putra-putri daerah menempuh pendidikan profesi tanpa harus ke Pulau Jawa dengan biaya besar.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved