NTT Terkini

LLDIKTI Harapkan Lulusan STIM Kupang Berkontribusi Tingkatkan Perekonomian NTT

ia mengingatkan tanpa penguasaan teknologi dan sumber daya manusia yang mampu, lulusan dapat menghadapi tantangan yang berbahaya.

|
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/PAULINUS IRFAN BUDIMAN
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Kupang mewisudakan 36 siswa pada Kamis (20/3/2025) di Hotel Aston Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM , Paulinus Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM , KUPANG - Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Kupang mewisudakan 36 siswa pada Kamis (20/3/2025) di Hotel Aston Kupang.

Dalam sambutannya, perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) XV Nusa Tenggara Timur (NTT) Martini Derang menekankan pentingnya para lulusan untuk ikut serta dalam pembangunan bangsa dan meningkatkanKan ekonomi daerah NTT. Selain itu ia mengajak untuk terus mengembangkan perguruan tinggi.

“Mari berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Mari bersama-sama mengembangkan PT yang berkualitas untuk NTT yang tercinta. Semoga sukses dan mampu menggerakkan perekonomian daerah,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Martini Derang mengatakan, globalisasi membuka peluang besar bagi lulusan untuk bekerja di berbagai negara. Namun, ia mengingatkan tanpa penguasaan teknologi dan sumber daya manusia yang mampu, lulusan dapat menghadapi tantangan yang berbahaya.

“Globalisasi memberikan peluang dan masalah. Memberikan peluang untuk bekerja di negara lain atau berbisnis antar negara, tetapi memberikan masalah jika SDM tidak memiliki posisi tawar dan tanpa penguasaan teknologi akan membahayakan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa perguruan tinggi harus terus beradaptasi dengan perkembangan melalui zaman yang relevan dengan pasar tenaga kerja.

“PT harus mampu menjadi lokomotif inovasi dan katalisator ekonomi masa depan dan akselerator dalam penciptaan penemuan baru, menyesuaikan dengan kurikulum dengan pasar tenaga kerja,” tambahnya.

Ketua STIM Kupang Adrianus Aluman mengatakan pentingnya kemandirian para lulusan. Ia mengingatkan bahwa angka pengangguran di Indonesia masih tinggi atau mencapai 11 persen.

“Pengangguran sarjana di Indonesia 11 persen, berharap kelompok yang wisuda hari ini tidak masuk menambah jumlah itu ,” katanya.

Adrianus kepada 36 wisudawan mengatakan untuk tidak lagi berharap bekerja di kantor saja.

"Jadilah orang yang bijaksana, bukan hanya bijaksini. Tidak perlu lagi berharap hanya bekerja di kantor saja. Manfaatkan sumber daya lokal untuk meningkatkan kesejahteraan individu dan keluarga," pesannya.

Ia juga menjelaskan bahwa di sekolah tinggi terjadi disrupsi dan telah mengubah cara belajar. Saat ini, akses informasi lebih mudah, tetapi harus dimanfaatkan dengan baik.

Baca juga: Siapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja, STIM Kupang Gelar Kampus Talk Setiap Sabtu 

“Jangan hanya menghabiskan waktu menonton film atau mendengarkan musik tetapi melakukan hal produktif. AI dan teknologi berkembang, jangan sampai kita hanya rebahan dan tidak berbuat apa-apa,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa Nony A. Neno dalam pidatonya mengungkapkan rasa syukur, terima kasih dan kebanggaannya atas pencapaian yang mereka raih. Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan besar ke depan.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved