TTS Terkini

Dampak Efisiensi Anggaran, Pemkab TTS Gelar Musrenbangcam Secara Virtual 

Para camat, forkopimcam, lurah dan kepala desa serta tokoh agama dan tokoh perempuan juga mengikuti kegiatan ini secara virtual.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/MARIA VIANEY G GOKOK
Pelaksanaan Musrenbangcam Kabupaten TTS secara langsung dan virtual, Selasa (19/3/2025) sampai Rabu (20/3/2025), di Aula Bappeda Kabupaten TTS. 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok

POS-KUPANG.COM, SOE - Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja (Musrenbang) tingkat Kecamatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) digelar secara virtual melalui aplikasi Zoom.

Musrenbang akan berlangsung pada 19-20 Maret 2025. Meski begitu, kegiatan Musrenbang dilakukan secara langsung di Aula Bappeda, Kabupaten TTS.

Pelaksanaan Musrenbang secara virtual memang bukan pertama kali digelar di TTS. Konsep virtual seperti ini sudah dilakulan tahun 2021- 2024. Meskipun begitu konsep ini kembali di tempuh sebagai respon pemerintah terhadap efisiensi anggaran.

Kegiatan ini dibuka Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, secara virtual dari Jakarta di sela-sela kegiatan audiens bersama Menteri Kabinet Merah Putih.

Dalam sambutannya, Bupati TTS mengimbau, melalui Musrenbagcam ini, para lurah dan camat dapat aktif menyampaikan kebutuhan dan kondisi terkait kondisi wilayah masing-masing.

Musrenbangcam ini juga dihadiri secara langsung oleh Ketua DPRD TTS, Sekda TTS, staff shli, asisten, serta para pimpinan OPD Pemkab TTS.

Para camat, forkopimcam, lurah dan kepala desa serta tokoh agama dan tokoh perempuan juga mengikuti kegiatan ini secara virtual.

Mordekai Liu, Ketua DPRD TTS, dalam arahanan pada pembukaan Musrenbangcam ini, mengamini segala upaya Pemkab TTS untuk responsif terhadap kondisi saat ini.

"Kami berharap proses kedepan, rapat ke depan dilakukan seperti ini, kita dapat menyaring aspirasi masyarakat demi kemajuan dengan lebih efisien dan tanpa hambatan yang berarti," ujar Ketua DPRD TTS.

Ia pun menerangkan kegiaran Musrenbangcam ini dapat menjadi ruang diskusi bersama, guna merancang prioritas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat tingkat kecamatan. Yang kemudian akan menjadi rencana kerja daerah TTS secara menyeluruh.

Baca juga: Polres TTS Terus Awasi Peredaran Minyakita di Pasar Inpres SoE

"Keberhasilan pembangunan daerah tergantung pada partisipasi aktif seluruh element masyarakat," tegasnya.

Menurut Mordekai, Musrenbang bukan sekedar formalitas, melainkan ruang demokrasi partisipatif yang memungkinkan aspirasi masyarakat diakomodasi secara nyata dalam kebijakan pembangunan.

Mordekai Liu pun berharap pada forum ini semua peserta boleh berproses secara aktif, menyampaikan usulan yang realistis dan protitas, serta mendasarkan semangat gotong royong untuk kemajuan daerah kita.

"DPRD akan selalu mendukung dan mengawal proses ini akan hasil kedepan benar2 selaras dengan keburuhan masyarakat dan mampu dijuwdkan dalam rpogram kerja yang nyata," tegasnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved