Rote Ndao Terkini
Hadir di Gedung DPRD, Bupati Rote Ndao: Mari Kita Main Bersih
Saatnya kita bergandengan tangan, kita bersama-sama, kita gotong-royong untuk membangun daerah ini tanpa ada sekat-sekat politik
Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Rosalina Woso
Sehingga, kata dia, efisiensi ini adalah satu tantangan yang cukup menyulitkan Kabupaten Rote Ndao. Sementara di sisi lain, janji-janji politik kepada masyarakat, bahwa infrastruktur harus dikerjakan.
Oleh karena itu, dalam dua hari yang lalu, dirinya bersama wakil bupati telah rapat bersama Sekda dan seluruh jajaran pimpinan OPD Kabupaten Rote Ndao dan dalam rapat itu Paulus menyampaikan untuk mencari alternatif pembiayaan, sesuai dengan arahan Menteri Keuangan Republik Indonesia, dan arahan Presiden Republik Indonesia.
"Dan kemarin, dalam rapat internal Pemda Rote Ndao, sudah saya sampaikan, bahwa alternatif itu adalah kita akan melakukan pinjaman di Bank NTT untuk menyelesaikan sejumlah pembangunan infrastruktur kita," pungkas Paulus.
Karena tentu saja, pembangunan ini, dikatakan Paulus, juga harus dilakukan secara adil. Ada porsi masyarakat yang perlu dikedepankan, dan catatan pentingnya adalah harus menggunakan uang pinjaman tersebut tanpa ada korupsi. Selanjutnya harus efektif dan efisien, sehingga rakyat bisa melihat bahwa pemerintahan dijalankan dengan penuh tanggung jawab, transparan dan akuntabel.
"Untuk itu, informasi ini mudah-mudahan menjadi informasi awal buat pimpinan dan segenap anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao. Demikian juga buat APH yang akan kami konsultasikan, khusus untuk Kajari dan Kapolres Rote Ndao kami akan mengundang bapak-ibu Forkopimda untuk ikut memberikan masukan-masukan. Jangan sampai nanti dalam perencanaan pembangunan kita yang berkaitan dengan pembiayaan, yang bersumber dari pinjaman ini, ada celah, ada ruang untuk penyalahgunaan," ucap Paulus.
Paulus juga menerangkan, kemandirian fiskal di Kabupaten Rote Ndao sangat kecil sekali. Dari total APBD Kabupaten Rote Ndao Rp. 800 Miliar lebih, PAD hanya kurang lebih 4 persen. Artinya, 96 persen dari total APBD Rote Ndao tergantung pada transfer pusat.
"Buktinya apa? Baru dipotong Rp 55,6 Miliar, kita sudah pusing. Apalagi kalau sampai setengahnya dipotong oleh pemerintah pusat, maka hanya cukup untuk bayar gaji. Tidak lagi ada aktivitas apapun. Itulah sebabnya, saya perlu menyampaikan juga bahwa akan ada upaya-upaya peningkatan PAD. Saya sampaikan ini di awal, dalam rapat kami kemarin, saya panggil Kepala Bapeda, kami sudah menemukan beberapa solusi bagaimana menaikan PAD," ungkap Paulus.
Solusi yang diambil itu, masih kata dia, untuk pembangunan Kabupaten Rote Ndao, bukan untuk dicuri, bukan untuk diambil.
Dijelaskan Paulus lebih lanjut, transformasi perubahan tersebut bukan hanya sekedar perubahan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan yang baik, serta kesejahteraan masyarakat yang merata.
"Sudah beberapa kali saya sampaikan di mana-mana bahwa politik sudah selesai. Kalau beberapa bulan yang lalu kita terpolarisasi dalam beberapa kelompok politik, ada Paket Ita Esa, ada Lontar Malole, ada Lentera, saat ini untuk ketiga kalinya saya sampaikan bahwa politik di Rote Ndao sudah selesai. Saatnya kita bergandengan tangan, kita bersama-sama, kita gotong-royong untuk membangun daerah ini tanpa ada sekat-sekat politik, tanpa ada perbedaan," imbu Paulus.
"Saya dan ibu wakil bupati siap untuk menerima kritik masukan yang konstruktif untuk perbaikan pembangunan kabupaten yang lebih baik ke depan. Rote Ndao ini tidak bisa dibangun sepihak oleh pemerintah, perlu kolaborasi dan kerjasama. Dalam penyampaian visi-misi dan pidato, saya selalu bicara ada triangel pembangunan Kabupaten Rote Ndao, yaitu pemerintah dalam arti luas. Baik itu, eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Di sisi yang lain, ada adat, istiadat dan agama. Tiga batu tungku ini akan menjadi modal kita. Semua stakeholder Kabupaten Rote Ndao akan dilibatkan dalam proses pembangunan," lanjutnya.
Paulus juga akan mengedepankan dialog, keterbukaan dengan harapan lima tahun ke depan jalannya roda pemerintahan tetap berada dalam rel yang benar.
Bermain Bersih
"Selalu saya bilang saat ini malaikat sedang ada di muka, belakang, atas dan di bawah kami. Tapi keluar dari sini bisa saja ada setan yang menggoda. Oleh karena itu doa dan dukungan bapak-ibu dan seluruh masyarakat Rote Ndao, kami butuhkan supaya pemerintahan ini tetap ada bersih dan benar," ungkap Paulus lebih lanjut.
Ia menceriterakan, sebelum berangkat ke Jakarta, dirinya didatangi dua orang pengusaha di Kupang dalam waktu yang berbeda. Bupati Paulus ditawari uang senilai Rp. 100 Juta dan Rp. 170 Juta.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.