Opini

Opini: Siapa Mau Jadi Petani?

Data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur menyatakan bahwa tulang punggung ekonomi di provinsi ini adalah sektor pertanian.

Editor: Dion DB Putra
TRIBUNJOGJA.COM/ANGGA PURNAMA
ILUSTRASI 

Oleh: Andrew Donda Munthe
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur

POS-KUPANG.COM - “Hallo, kalau menurut Kakak Nyong/Kakak Nona, lapangan usaha apa yang menjadi sektor utama perekonomian di Provinsi kita Nusa Tenggara Timur?” 

Jika kita menanyakan pertanyaan tersebut kepada siswa SMA/SMK maupun Mahasiswa di Perguruan Tinggi pasti jawabannya bervariasi.  

Lalu bagaimana fakta berbasis data statistik terkait sektor lapangan usaha yang dominan menopang perekonomian di Bumi Flobamorata?

Data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur menyatakan bahwa tulang punggung ekonomi di provinsi ini adalah sektor pertanian.

Hal ini dapat terlihat dari struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari tahun ke tahun. 

Data terkini (tahun 2024), sektor pertanian berkontribusi sebesar 28,87 persen atau sektor yang memberi kontribusi terbesar dibandingkan dengan lapangan usaha lainnya.

Kondisi Pertanian NTT

Sektor pertanian memang masih menjadi sektor utama penopang perekonomian di NTT. Akan tetapi, dari tahun ke tahun kontribusinya terus tergerus secara perlahan. 

Banyak persoalan yang dialami petani kita terutama para petani yang mengusahakan komoditas tanaman pangan seperti padi, jagung maupun palawija lainnya.

Salah satu masalah utama para petani tanaman pangan di NTT adalah masih dominannya penggunaan metode pertanian secara tradisional. 

Meskipun ada program bantuan dari pemerintah (pusat maupun daerah) dengan menyalurkan peralatan pertanian modern akan tetapi jumlahnya masih sangat terbatas.

Masalah lain petani kita di NTT adalah berkaitan dengan perubahan iklim yang sangat ekstrem sehingga membuat gagal tanam maupun gagal panen. 

Persolan ini juga semakin pelik dengan semakin berkurangnya lahan pertanian karena konversi lahan menjadi kawasan perumahan maupun industri. 

Sumber Daya Manusia (SDM) yang bekerja di sektor pertanian di NTT juga masih jauh tertinggal dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved