Rote Ndao Terkini
Management PT Bo'a Development Sebut Postingan Mus Frans di Beranda Facebook Sangat Menyesatkan
Pemda dengan lahan seluas kurang lebih 5,5 hektar. Selebihnya itu bukan milik PT Bo'a tetapi milik PT Sitasa Bahtera.
Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Rosalina Woso
"Namun, dalam hal ini, saya tidak mau berkomentar terlalu banyak, karena kasus ini masih proses penyelidikan oleh pihak yang berwajib. Jadi, kasus ini, biar kita serahkan kepada pihak yang berwajib dalam hal ini Polres Rote Ndao," tutur Samsul.
Kalau misalnya lahan yang dikerjasamakan antara PT Bo'a dan Pemda di situ ada jalannya, Samsul membeberkan pasti disertifikat, juga ada gambarnya.
"Saya bisa tunjukkan lahan dari Pemda itu tidak ada sketsa jalannya sama sekali," ucap Samsul.
Lalu soal pagar di project PT Bo'a Development yang diduga menggunakan kayu Manggrove, Samsul berterus terang bahwa kami pihaknya tidah tahu kayu itu Manggrove dan tidak pernah membeli secara liar ataupun membeli atas dugaan yang didugakan kepada PT Bo'a Development tentang kayu Mangrove.
"Kita tidak pernah order Mangrove. Kita baru tahu kalau disebutkan di situ Mangrove, kita justru baru tahu dari berita yang dimuat sebuah media, hal itu kan salah satu yang berstatemen pak Mersianus Tite selaku anggota Dewan Fraksi Hanura," pungkas Samsul.
"Justru saya heran dengan pak Mersi, sering datang ke tempat kami, karena beliau salah satu suppliyernya dan pastinya melihat pagar tersebut, kadang-kadang kita diskusi juga terkait akses untuk masyarakat dan sudah saya infokan bahwa kami PT Bo'a sudah berkordinasi dengan para pemilik akses jalan dan PT Sitasa Bahtera sudah disiapkan di wilayah sebelah barat untuk akses masyarakat dan beliau memahami hal itu," sambungnya.
Kenapa Mersi Tite, tambah Samsul, tidak menginformasikan di postingan akun facebook Mus Frans sesuai yang diketahui dirinya, malah beliau berkomentar perlu dukungan masyarakat dan lain sebagainya, beliau salah satu supplier di proyek PT Bo'a, dan sekarang ini baru berkoar-koar.
"Kami jadi menduga ada maksud dan tujuan apa Pak mersi berkomentar seperti itu di media? Kalau beliau sudah tau itu kayu mangrove seperti yang beliau sampaikan di media, normalnya orang, seharusnya beliau yang lebih dulu informasikan kepada kami, sehingga pencegahan bisa dilakukan, karena beliau sering datang ke lokasi project kami untuk diskusi kerjaan project yang beliau kerjakan," tutur Samsul.
"Terkait Mangrove, kami jelaskan yang kami beli adalah kayu Galam bukan Mangrove. Namun kalau pada nyatanya yang ada adalah Mangrove, kami juga akan mengambil tindakan tegas kepada supplier kami, karena pesannya adalah Galam. Kami bukan orang yang ahli untuk mengetahui apa sebenarnya kayu itu. Karena waktu itu kita order kayu Galam," lanjutnya.
Di samping itu, akibat status di media sosial facebook yang diunggah Erasmus Frans Mandato pada 24 Januari 2025 lalu, Erasmus dipanggil pihak Kepolisian Resor Rote Ndao, untuk dimintai klarifikasi terkait statusnya tersebut.
Surat panggilan bernomor B/91/II/RES.2.5/2025/Reskrim, tertanggal 8 Januari 2025 ini diantar langsung oleh pihak penyidik kepolisian ke kediamannya di Nemberala.
Mus Frans mengaku bahwa dirinya dipanggil untuk dimintai keterangan atau klarifikasi terkait status yang diunggahnya tersebut.
"Saya diminta menghadap pada Senin 10 Februari 2025, pukul 14.00 Wita. Namun karena pada tanggal tersebut saya sedang ada agenda kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan, maka proses klarifikasi baru dapat dilakukan pada Rabu 13 Februari 2025," beber Mus Frans.
Sebelumnya, pada 24 Januari 2025 lalu Mus Frans melalui akun sosial facebook-nya mengunggah status yang mengkritik kebijakan penutupan jalan secara sepihak yang dilakukan oleh salah satu investor pengelola lokasi pariwisata di Dusun Oemau, Desa Bo’a. Kecamatan Rote Barat.
Adapun jalan yang dimaksud adalah jalan akses menuju Pantai Oemau atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pantai Bo’a. Aksi penutupan sepihak ini, dikeluhkan Mus Frans karena diduga sangat merugikan aktivitas keseharian warga yang hendak menjalani profesi keseharian mereka sebagai nelayan pencari ikan dan petani rumput laut. (rio)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Potret-zona-konstruksi-PT-Boa-dan-anak-panah.jpg)