Kamis, 16 April 2026

Rote Ndao Terkini

Warga Jangan Panik, Ini Alasan Pemadaman Bergilir di Rote Ndao NTT

Soal cuaca ekstrem, PLN Rote siapkan tim gerak cepat dengan masa siaga saat ini, pelayanan PLN Rote dimaksimalkan 24 jam.

Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/MARIO TETI
MANAGER - Manager ULP PLN Rote Ndao, Dwi Prasetya Utomo. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti

POS-KUPANG.COM, BA'A - Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Rote Ndao, Dwi Prasetya Utomo membeberkan alasan dilakukannya pemadaman bergilir di Kabupaten Rote Ndao.

"Sebenarnya tanpa pemadaman bergilir, sistem kita saat ini bisa dikategorikan status siaga, mengingat cuaca yang terjadi di sebagian kepulauan Indonesia,  khususnya di Rote, ini masih ekstrem statusnya," kata Dwi saat dijumpai POS-KUPANG.COM, Kamis, (13/2/2025).

Dijelaskan lebih lanjut, listrik mengalir dari pangkal ke ujung yaitu melalui kabel kabel yang menjadi satu-satunya perantara energi yang dikirim melalui pembangkitan sampai ke rumah-rumah warga.

Kondisi tersebut akan menjadi hal yang tidak dapat dinikmati apabila sepanjang jalan terjadi hal yang mengganggu operasionalnya yaitu kondisi-kondisi eksternal yang disebabkan karena cuaca alam seperti pohon tumbang, petir dan badai. 

Baca juga: Besok KM Lawit di Sampit,Jadwal Kapal Pelni Hingga 28 Februari Rute Surabaya-Rote Ndao Lewat Benoa

"Kalau hujan ini sebenarnya kami tidak terlalu pusing. Tapi kalau angin, petir, kami tidak ada waktu untuk istirahat. Nah ini kondisi yang saat ini menjadikan kami statusnya adalah siaga di PLN Rote. Mungkin bukan cuma PLN Rote, mayoritas PLN di NTT seperti Sumba
Adonara, Sabu juga mengalami hal yang sama," ucap Dwi.

Apalagi, tambah dia, PLN Rote juga mendapat informasi resmi, rutin dan terupdate melalui BMKG. Karena secara kedinasan, BMKG adalah korporasi yang ditunjuk untuk memberikan informasi secara langsung dan resmi.

"Terus terang, kami dari PLN dengan teman-teman BMKG juga mencoba selalu menjaga sinergitas atau hubungan koordinasi agar kita bisa mengantisipasi atau minimal mempersiapkan apa yang perlu kita siapkan. Terjadinya pemadaman bergilir ini bukan serta-merta karena cuaca yang diinformasikan dari teman-teman BMKG terkait angin, hujan, tetapi lebih cenderung kepada stok bahan bakar kita yang ternyata tidak sukses, tidak berhasil dilakukan refuel, (diisi kembali)," beber Dwi.

Sebenarnya, masih jelas dia, alasan pemadaman bergilir lebih cenderung kepada kapal pengangkut bahan bakar yang tidak bisa melakukan pelayaran ke Rote akibat cuaca dan gelombang tinggi.

"Terakhir kita mendapatkan stok BBM itu di tanggal 29 Januari 2025 dengan kapasitas 500 ton. Kemudian jadwal berikutnya itu seharusnya di tanggal 5 dan 6 Februari 2025. Ternyata pada siang hari kapal tanker kami melakukan loading pengisian di Tenau, malamnya mendapat informasi bahwa tidak bisa berlayar. Awalnya sih kita sudah memprediksi akan terjadi hal itu tapi tidak selama ini," pungkas Dwi.

Karena menurut dia, kalau kondisi kapal terlambat datang di periode terjadwal, PLN Rote masih ada spare waktu sebetulnya sampai dengan hari Selasa, 11 Februari 2025. Karena adanya informasi larangan berlayarnya kapal, maka untuk mengantisipasi hal itu, PLN Rote terpaksa melakukan mengambil kebijakan untuk menyala bergantian atau pemadaman bergilir.

"Normatifnya dengan kondisi terlambat datangnya kapal tangker di tanggal 6 Februari 2025 pun, kita masih bisa survive sampai dengan hari Selasa. Supaya kita bisa lebih lama lagi, maka kita butuh menurunkan pemakaian energi," tandas Dwi.

Ia juga mengemukakan, satu hari bahan bakar yang dikeluarkan untuk membangkitkan listrik di Rote selama 24 jam (jam 10 pagi sampai jam 10 pagi besoknya), rata-rata di 36 ton/kiloliter.

Dengan kondisi 36 kiloliter itu, kata Dwi, status saldo bahan bakar di PLN Rote  per tanggal 10 Februari 2025 pagi, ada di angka 79 kiloliter. Kalau satu hari rata-rata 36 kiloliter, artinya sisa 2 hari saja untuk membangkitkan listrik di Rote Ndao.

"Dengan kondisi yang kita ambil, kebijakan atau upaya pemadaman bergilir ini, sehingga kita bisa memperpanjang nyala listrik sampai dengan di hari ini dan Jumat besok. Ini untuk kita jaga-jaga saja supaya tidak terlalu dini terjadinya pemadaman total. Akan menuju ke situ, kalau bahan bakar tidak segera bersandar. Cuma kita berharap jangan sampai," tutur Dwi.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved