Senin, 1 Juni 2026

Kabupaten Kupang Terkini

Heboh, Seekor Dugong Ditemukan Terdampar di Pantai Wisata Panmuti Kupang NTT

Kabar terdamparnya dugong tersebut cepat menyebar di media sosial setelah beberapa warga merekam video dan mengunggahnya

Tayang:
Editor: Edi Hayong
Kolase-Dokumen Polres Kupang via Kompas.com
DUGONG TERDAMPAR- Seekor dugong (duyung laut) terdampar di Pantai Wisata Panmuti, RT 036,RW 012, Dusun Kuanoah, Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (8/2/2025) siang. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Warga masyarakat Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT dihebohkan dengan penemuan seekor Dugong.

Dugong yang terdampar di Pantai Wisata Panmuti, RT 036 RW 012, Dusun Kuanoah itu sudah dalam kondisi mati.

Dugong tersebut ditemukan pada Sabtu (8/2/2025) sekitar pukul 11.00 WITA oleh warga setempat, Yulius Radja (60), yang sedang mencari hasil laut bersama anaknya dan lima orang lainnya.

"Ditemukan tadi siang sekitar pukul 11.00 Wita oleh warga setempat," kata Kahumas Polda NTT, Kombes Pol Hendry Novika Chandra seperti dilansir Kompas.com.

Baca juga: Wisata NTT,  Liburan ke Alor Ingin Lihat  Dugong Jantan , Begini Panduan Wisata di Teluk Kabaola

Kronologisnya, Yulius dan rombongannya menyusuri pesisir pantai yang dikenal sering menjadi tempat terdamparnya ikan-ikan besar pada musim tertentu.

Setelah berjalan sekitar 30 menit, Yulius melihat sesuatu yang aneh di tepian pantai.

Ketika mendekati objek tersebut, mereka terkejut mendapati dugong dalam kondisi tidak bernyawa.

Penemuan dugong ini segera menarik perhatian warga sekitar.

Kabar terdamparnya dugong tersebut cepat menyebar di media sosial setelah beberapa warga merekam video dan mengunggahnya. 

Viral di kalangan netizen, kejadian ini pun menarik perhatian pihak kepolisian.

Anggota piket Polsek Kupang Tengah segera mendatangi lokasi untuk memastikan kebenaran laporan warga.

Baca juga: Wisata Bahari Dugong Alor Kurang Dikenal, DPRD NTT: Perlu Buat Peraturan Daerah

"Setelah melakukan pengecekan, petugas pun berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam ( BBKSDA ) guna menangani bangkai dugong tersebut," ujar Hendry. 

Hingga berita ini diturunkan, warga setempat masih menunggu langkah lebih lanjut dari pihak BBKSDA terkait proses evakuasi bangkai dugong.

Namun, hingga saat ini belum ada perkembangan lebih lanjut mengenai penanganan hewan yang dilindungi tersebut.

Kejadian ini menjadi perhatian bagi masyarakat dan pihak berwenang untuk lebih menjaga kelestarian biota laut, terutama spesies langka seperti dugong.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved