Bupati Belu Willy Lay Ajak Warga Perbatasan Jadikan Pancasila Pegangan Hidup
Bupati Belu, Willybrodus Lay, mengajak seluruh masyarakat di perbatasan Republik Indonesia-Timor Leste menjadikan Pancasila sebagai ideologi.
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Apolonia Matilde
Ringkasan Berita:
- Bupati Belu mengajak masyarakat perbatasan menjadikan Pancasila sebagai pegangan hidup dan dasar bernegara.
- Generasi muda diminta menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.
- Hari Lahir Pancasila menjadi momentum mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
- Pancasila harus menjadi pedoman moral di tengah kemajuan ekonomi dan teknologi.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Bupati Belu, Willybrodus Lay, mengajak seluruh masyarakat di wilayah perbatasan Republik Indonesia-Timor Leste untuk terus menjadikan Pancasila sebagai ideologi dan pegangan hidup, dan menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ajakan tersebut disampaikan Bupati Wily usai menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Belu, Senin (1/6/2026).
“Ideologi Pancasila tidak bisa ditawar. Saya mengharapkan seluruh masyarakat di perbatasan RI-RDTL harus bangga memiliki Pancasila sebagai pegangan hidup kita. Ini adalah landasan bernegara bagi kita semua. Bagi anak muda, mari kita tetap menjaga kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini,” ujar Bupati Willy.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga serta mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam amanatnya, Bupati Belu turut membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.
Dalam sambutan tersebut ditegaskan peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi agar semangat Pancasila tetap hidup dalam setiap insan Indonesia.
Tema peringatan tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, menjadi penegasan nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga sebagai kontribusi Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia yang berkelanjutan.
Bupati juga mengingatkan kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral dapat menyesatkan. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diharapkan menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology), bukan sekadar simbol atau tulisan semata.
Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Kabupaten Belu diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari TNI/Polri, pelajar, mahasiswa, hingga perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Goncalves, Plh Sekda Belu, Elly CH Rambitan, Ketua DPRD Belu Theodorus Manehitu Djuang, Kejari Belu Johannes H. Siregar, Ketua Pengadilan Negeri Atambua H. Mohamad Sholeh, Wakapolres Belu Kompol Laurensius, Wadan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarmed 12/AY Kostrad Mayor Arm Denny Risky Naury, para pimpinan OPD, serta tamu undangan lainnya. (gus)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Bupati-Belu-Willy-Lay-Ajak-Warga-Perbatasan-Jadikan-Pancasila-Pegangan-Hidup.jpg)