Berita NTT
Wisata Bahari Dugong Alor Kurang Dikenal, DPRD NTT: Perlu Buat Peraturan Daerah
meningkatkan promosi, mengadakan berbagai event hingga membuat narasi unik dan menarik mengenai eksistensi dugong di Alor.
POS-KUPANG.COM - Wisata Bahari Dugong di Alor merupakan salah satu wisata prioritas NTT, oleh sebab itu perlu adanya perhatian khusus dari Berbagai pihak dalam pelestariannya.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD NTT, Emanuel Kolfidus, S.Pd, mengatakan Dugong sebagai obyek wisata yang unik harus dijaga pelestariannya salah satunya dengan khusus dibuatkannnya Hukum Daerah oleh Pemerintah Alor mengenai perlindungan obyek wisata.
Emanuel ditemui POS-KUPANG.COM, pada Sabtu 2 September 2023.
"Dugong sebagai obyek wisata unik di Alor. Pelestarian tersebut selain melalui edukasi tetapi juga penegakan hukum, baik hukum nasional maupun tidak kalah pentingnya hukum daerah. Saya berpendapat, Alor perlu membuat Peraturan Daerah tentang Pariwisata, di dalamnya sekaligus membuat pengaturan tentang perlindungan obyek wisata, secara lebih khusus lagi Dugong," ujar Emanuel.
Baca juga: Tim Riset BRIN Teliti Bahasa dan Budaya Lamaholot di NTT
Emanuel mengatakan bukannya hanya pemerintah yang beperan dalam pelestarian dugong melainkan peran masyarakat adat dan komunitas adat juga sangat dibutuhkan.
"Kebijakan lain yang penting adalah melibatkan masyarakat atau komunitas adat untuk berpartisipasi karena tentu, Dugong memiliki cerita dan legenda secara adat dan budaya, ada nilai-nilai sakralistik dan filosofis dalam narasi tentang Dugong yang sekaligus harus dilestarikan," ujar Emanuel.
Menurutnya, berbagai upaya dapat dilakukan dalam mempromosikan eksisten wisata bahari Dugong di Alor dengan lebih meningkatkan promosi, mengadakan berbagai event hingga membuat narasi unik dan menarik mengenai eksistensi dugong di Alor.
"Sepanjang yang saya ikuti, dan bisa salah, promosi dan tata kelola wisata Dugong harus lebih maksimal lagi dengan promosi, narasi dan event karena Dugong ini unik dan bisa disebut satu-satunya sama halnya seperti keberadaan Komodo di Labuhan Bajo. Inilah yang harus secara lebih masif ditampilkan dan diangkat ke dunia luar," ujar Emanuel.
Selain itu Emanuel juga menambahkan dalam menjaga kelestarian dugong dapat dilakukan dengan menjaga ekosistem dan rantai makanan Dugong, dan menetapkan area perlindungan.
Dalam pelestariannya Emanuel mengharakan perlu adanya perhatian dari berbagai pihak mulai dari pemerintah hingga masyarakat dan pelaku wisata perlu turut bertanggung jawah bahu membahu mempromosikan dan menjaga pelestarian wisata bahari dugong di Alor.
"Masyarakat menjaga dan mempertahankan kearifan lokal dalam pengolaan dan pemanfaatan sumber daya laut yang sudah berjalan efektif selama ini. Guide perlu menguasai cerita tentang Dugong, menguasai adat istiadat masyarakat Alor dan tentu saja menguasai aspek kebahasaan juga perlu membentuk komunitas guide untuk pengembangan kapasitas dan standarisasi," tutupnya.(Laporan Nadya Tauk, Mahasiswa Magang Undana)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.