Manggarai Timur Terkini

Jalan Kisol-Nanga Rawa Manggarai Timur NTT Rusak, Titik Terberat Wae Rua

selalu meminta bantuan kepada mobil lainya untuk membantu tarik sehingga mobil bisa keluar dari lumpur itu. 

Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
zoom-inlihat foto Jalan Kisol-Nanga Rawa Manggarai Timur NTT Rusak, Titik Terberat Wae Rua
POS-KUPANG.COM/HO-CHENGKOS
TERTANAM - Mobil dum truk sedang tertanam di ruas jalan Kisol-Nanga Rawa tepatnya di Wae Rua, Desa Bamo, Kamis (6/2/2025).

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG - Ruas jalan Kabupaten Kisol-Nanga Rawa yang menghubungkan Kelurahan Tanah Rata dan Desa Bamo, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur kini memprihatinkan. 

Pantauan POS-KUPANG.COM, Kamis 6 Februari 2025 terlihat jalan rusak mulai dari pertigaan Nio Raja sampai di Kampung Muting dengan jarak sekitar 7 kilometer. Kondisi badan jalan yang terbuat dari aspal itu sudah pecah-pecah, dan berlubang. Babakan sebagian titik aspal pada badan jalan itu sudah terkelupas semua. 

Kondisi ini terlihat material berupa pasir dan kerikil berserakan diatas badan jalan sehingga membuat jalan licin saat kendaraan melintas, apalagi saat musim hujan. Terlihat bodi mobil goyang kiri dan kanan saat masuk keluar lubang jalan. 

Kerusakan lebih parah ditanjakan Wae Rua. Kendaraan yang melintas selalu tertanam (terselet) karena kondisi aspal sudah terkelupas semua sehingga badan jalan berlumpur dan licin, sebab di lokasi ini juga muncul mata air jika pada saat musim hujan seperti saat ini. 

Baca juga: Alat Berat Evakuasi Meterial Longsor di Elar Selatan Manggarai Timur

Tampak kendaraan mobil yang melintas selalu terselet. Untuk bisa keluar dari jebakan, pemilik mobil atau pengendara selalu meminta bantuan kepada mobil lainya untuk membantu tarik sehingga mobil bisa keluar dari lumpur itu. 

Marko salah satu sopir kepada POS-KUPANG.COM, meminta kepada pemerintah kabupaten Manggarai Timur untuk memperbaiki jalan yang rusak itu. 

"Harapan kami kalau memang anggaran terbatas, agar bisa bangun aspal di titik Wae Rua ini saja, karena ini rusak paling parah karena ada mata air sehingga tanah tetap becek sehingga kendaraan mobil tidak bisa melintas selalu tertanam. Kalau titik lain rusak itu masih bisa untuk lewat sambil menunggu ketersediaan anggaran,"ujar Marko. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved