Liputan Khusus

Lipsus - Banjir Bandang Terjang Sikka NTT, Tanaman Pertanian 'Disapu'

Ia mengaku sebagian jagung sudah memasuki musim panen sedangkan yang lain masih proses berbunga.

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/GORDI DONOVAN
WARGA LIHAT JAGUNG - Warga Dusun Magelo'o, saat melihat tanaman jagung yang sudah rata tanah tersapu banjir di Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, Minggu (2/2/2025). 

Dikatakan, sepeda motor maupun mobil tak bisa melintas, sebab lebar material longsor mencapai puluhan meter menutupi badan jalan dengan ketinggian tumpukan material mencapai belasan meter.

Herman mengatakan, pasca terjadinya longsor itu, ia bersama staf kecamatan memantau lokasi longsor dan langsung melaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.

Pihaknya juga meminta bantuan alat berat milik PT Indoraya Jaya Perkasa untuk membantu mengevakuasi material longsor itu. Alat berat dari perusahaan tersebut saat ini sedang melanjutkan pekerjaan jalan dari Lempang Paji menuju Kaong Kecamatan Elar.

Setelah dilakukan komunikasi, perusahaan tersebut bersedia menurunkan alat berat jenis buldozer pada 2 hari yang lalu untuk melakukan evakuasi material longsor. Namun karena tumpukan material yang sangat banyak, apalagi titik longsor pada area tebing yang terjal, buldozer tidak mampu mengevakuasi semua material longsor itu.

Karena itu, kata Camat Herman, ia kembali melakukan komunikasi dengan perusahaan itu untuk mendatangkan alat berat jenis excavator. Rencananya pada, Senin 3 Februari 2025 hari ini excavator itu sudah dimobilisasi ke lokasi longsor untuk selanjutnya melakukan evakuasi material longsor tersebut.

Herman juga mengimbau seluruh warga pengguna jalan itu agar bersabar, Pemerintah sedang berusaha untuk segera mengevakuasi material longsor itu.

Herman juga meminta Kepala Desa (Kades) Wae Rasan dan warga setempat untuk melaksanakan ritual adat, sebelum dilakukan proses evakuasi material longsor yang menutupi badan jalan kabupaten  tersebut.

"Saya sudah bangun koordinasi dengan Kades Wae Rasan dan masyarakat setempat, sebelum mulai penggusuran harus lakukan ritual acara adat dulu pakai ayam dan babi. Minta doa leluhur sesuai kepercayaan masyarakat setempat, agar pekerjaan lancer. Minta doa kepada leluhur agar longsoran berat itu jangan terjadi lagi," ujar Herman.

Herman mengatakan, hal ini perlu dilakukan sebagai budaya orang Manggarai, agar longsor besar seperti itu tidak kembali terjadi lagi. Selain itu agar proses pekerjaan evakuasi material longsor pun berjalan aman tanpa ada hambatan.

"Melalui ritual adat ini juga kita memohon kepada leluhur untuk tidak lagi terjadi longsor karena dekat lokasi ada perkampungan penduduk warga desa Lewurla. Sehingga mereka juga aman dari bencana ini ke depan," ujarnya. 

Waspada! Ada Tiga Bibit Siklon Tropis

Tiga bibit siklon tropis, yakni 99S dan 90S di Samudera Hindia selatan Pulau Jawa serta 96P di Teluk Carpentaria, Australia, telah terdeteksi sejak 31 Januari 2025.

Keberadaan tiga bibit siklon ini berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia, terutama di wilayah Provinsi NTT.

Kepala Stasiun Meteorologi Klas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, menjelaskan, tiga bibit siklon tersebut dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi di beberapa daerah.

Wilayah yang paling terdampak di NTT meliputi Pulau Rote, Sabu Raijua, dan Pulau Sumba.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved