Liputan Khusus

Lipsus - Banjir Bandang Terjang Sikka NTT, Tanaman Pertanian 'Disapu'

Ia mengaku sebagian jagung sudah memasuki musim panen sedangkan yang lain masih proses berbunga.

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/GORDI DONOVAN
WARGA LIHAT JAGUNG - Warga Dusun Magelo'o, saat melihat tanaman jagung yang sudah rata tanah tersapu banjir di Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, Minggu (2/2/2025). 

“Tiba-tiba terdengar suara keras dari arah belakang rumah. Ternyata pohon besar di dekat rumah tumbang,” ujar Remigius.

Akibat kejadian itu, dapur serta kamar tidur rusak berat. Remigius menambahkan bahwa saat ini ia bersama keluarganya mengungsi sementara di rumah kerabatnya di Wairi’i, Desa Kolisia.

Bhabinkamtibmas setempat dan warga juga sedang membersihkan puing-puing dan memotong batang pohon.

Kepala Sub Seksi Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi Multimedia Polres Sikka, Ipda Yermi Soludale, mengatakan aparat setempat telah bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi pohon tumbang.

Dia juga mengimbau warga untuk selalu waspada mengingat saat ini wilayah tersebut sedang dilanda hujan dan angin kencang.

“Diimbau agar selalu waspada, dan hindari lokasi-lokasi yang rawan terjadinya tanah longsor maupun pohon tumbang,” pinta Yermi.

Plt Kalak BPBD Sikka, Putu Botha mengatakan, pihaknya bersama pemerintah Kecamatan Magepanda telah meninjau lokasi banjir.

Sementara itu, ruas jalan di Desa Darat Pantai Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka putus diterjang banjir.

Putusnya akses jalan ini membuat warga kesulitan melintas. Warga terpaksa membuat jajan darurat agar bisa dilalui kendaraan roda dua sedangkan kendaraan roda empat belum bisa melintas.

"Hanya kendaraan roda yang bisa melintas itupun melewati jalan darurat,"kata Yohanes Nong Endi, warga Desa Darat Pantai, pada Minggu (2/2).

Dikatakannya, jalan tersebut merupakan akses satu-satunya warga ke ibu Kota kecamatan dan fasilitas kesehatan di Puskesmas Watubaing. Warga berharap pemerintah segera merespon kondisi tersebut, karena jalan tersebut merupakan akses satu-satunya masyarakat di Desa Darat Pantai.

Gelar Ritual Adat

Intensitas curah hujan yang tinggi juga melanda wilayah Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur. Hal ini mengakibatkan bencana alam berupa tanah bergerak dan tanah longsor disejumlah tempat.

Salah satu titik longsor terbesar terjadi di ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Lewurla, Desa Wae Rasan menuju Kelurahan Lempang Paji tepatnya di tanjakan Wolo Belang, Kecamatan Elar Selatan.

Camat Elar Selatan, Herman Agas, Kepada Pos Kupang, Minggu (2/2) menerangkan, longsoran sudah terjadi pada tanggal 28 Januari 2025 lalu. Pasca terjadinya longsor itu hingga saat ini lalu lintas di jalan itu lumpuh total.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved