Breaking News

TTU Terkini

Banjir Rendam Rumah Warga Maubeli, Kepala BPBD TTU Sebut Tim Terpadu Tinjau Cekdam dan Drainase 

Octho juga menyebut cuaca saat ini cukup ekstrem dan di luar perkiraan sebagaimana bencana banjir yang dialami warga di Kelurahan Maubeli kemarin.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
TERENDAM BANJIR - Kondisi rumah warga Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU saat direndam banjir, Selasa (28/1/2025) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Octho Nule mengatakan Tim Terpadu Pemkab TTU sedang membangun koordinasi dengan Tim Terpadu Pemkab TTU untuk meninjau langsung dan mengkaji serta melihat kondisi lapangan.

Mereka bakal meninjau kondisi drainase di pinggir jalan umum dan cekdam yang berada tepat di belakang pemukiman warga RT 026, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, NTT. Tim Terpadu Pemkab TTU ini meliputi Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, Dinas PRKPP, dan BPBD. 

"Solusinya nanti kami akan diskusikan bersama juga. Saya juga belum bisa menyampaikan bahwa nanti seperti apa. Tapi besok tim terpadu datang melihat kondisi ini baru mungkin ada solusi baru disampaikan,"ucapnya saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Rabu (29/1/2025).

Octho juga menyebut cuaca saat ini cukup ekstrem dan di luar perkiraan sebagaimana bencana banjir yang dialami warga di Kelurahan Maubeli kemarin.

Sesuai ramalan BMKG, sejak Bulan November 2024 sampai Bulan Februari 2025 ini terdapat cuaca ekstrem. Oleh karena itu, BPBD Kabupaten TTU telah mengimbau kepada seluruh kepala desa dan camat se Kabupaten TTU untuk mengantisipasi ramalan cuaca ini.

Baca juga: Rumah Warga Kelurahan Maubeli Direndam Banjir, DPRD TTU Minta Pemerintah Serius Tangani Persoalan 

"Seperti yang kemarin di depan Masjid Kilometer 4 Kelurahan Maubeli, memang itu kita mau bilang keadaan alam lah,"ujarnya.

Sesuai dengan hasil pantauan, banjir tersebut disebabkan oleh luapan air dari cekdam yang tidak berfungsi lagi yang terletak tepat di belakang pemukiman warga. 

Meskipun sudah ada penanganan dari pemerintah dengan pembuatan drainase dengan lebar 3 meter. Namun, ada kendala dengan kapasitas drainase di pinggir jalan umum yang tidak dapat menampung debit air yang mengalir dari cekdam sehingga meluap ke jalan.

Octho mengklaim 9 kepala keluarga di RT 026 Kelurahan Maubeli dengan jumlah jiwa sebanyak 34 orang yang terdampak banjir. Sejumlah warga, mengalami kerugian dimana padi dan surat-surat berharga milik mereka terendam banjir. 

BPBD Kabupaten TTU juga telah menyalurkan bantuan logistik sembako berupa beras kepada warga terdampak.  (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved