Rote Ndao Terkini
Manajemen RSUD Ba'a Rote Ndao Abaikan Pasien BPJS, Yunus Panie : Ini Keliru
Di RSUD Ba'a, Komisi II DPRD Rote Ndao mendapati adanya pasien yang hendak dirujuk namun terkendala administrasi yaitu BJPS
Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti
POS-KUPANG.COM, BA'A - Anggota Komisi II DPRD Rote Ndao, Yunus Panie menyayangkan pelayanan kesehatan oleh pihak RSUD Ba'a, Kabupaten Rote Ndao kepada pasien yang berobat menggunakan BPJS.
Yunus menjelaskan, seyogyanya DPR mengemban tugas pelayanan yang sama yaitu menjalankan trifungsi DPR yakni legislasi, anggaran dan pengawasan.
"Di hari pertama kerja pada Tahun Baru 2025 ini kami melakukan fungsi pengawasan dengan mengunjungi rumah sakit, puskesmas dan sekolah-sekolah," tutur Yunus kepada POS-KUPANG.COM usai pengawasan di RSUD Ba'a, Senin (6/1/2025).
Di RSUD Ba'a, Komisi II DPRD Rote Ndao mendapati adanya pasien yang hendak dirujuk namun terkendala administrasi yaitu BJPS.
"Pasien yang bersangkutan, BPJS-nya bukan mandiri, yang dibiayai oleh pemerintah. Ketika ditemukan BPJS itu tidak aktif, mereka (pihak RSUD) meminta bersangkutan membayar dengan uang pribadi. Yang menurut kita itu sebuah kekeliruan sehingga perlu dievaluasi," tegas Yunus.
Ia melanjutkan, perihal pasien yang ingin dirujuk itu adalah pasien yang notabene sudah mengalami sakit kurang lebih satu minggu ini.
Pasien itu ingin dirujuk Pihak RSUD Ba'a dengan alasan tidak adanya dokter bedah.
"Sementara tiga hari yang lalu saya sudah berkomunikasi dengan ibu kadis kesehatan dan menyatakan bahwa hari ini akan ada dokter bedah yang melaporkan diri untuk menjalankan tugas," pungkas Yunus.
Baca juga: Keluarga dari Kernet yang Meninggal di Rote Timur sempat Bawa Korban ke RSUD Baa untuk Divisum
Sehingga pihaknya kemudian meminta Surat Ijin Praktik (SIP) dokter bedah tersebut agar penanganan operasi bisa berjalan tanpa harus dirujuk ke Kupang.
"Kita berharap penyakit-penyakit yang diderita masyarakat dapat ditangani pihak rumah sakit. Bukan dirujuk ke Kupang, karena itu akan mendatangkan kerugian besar bagi masyarakat," ucap Yunus.
"Apalagi dokternya sudah ada, tapi simpang siur informasi, yang lain bilang tidak ada dokter, namun yang kita lakukan dengan menemui manajemen rumah sakit mengatakan sudah ada dokter. Nah ini yang perlu dipastikan pelayanannya," lanjutnya.
Yunus kembali berharap, sebagai wakil rakyat, dia ingin menjalankan fungsi dan tugasnya tanpa harus dibatasi.
"Kita tidak hanya menjalankan dua fungsi (legislasi, anggaran), namun pengawasan penting, karena kita ingin memastikan distribusi kesejahteraan kepada masyarakat sesuai dengan anggaran yang kita keluarkan dan sudah payungi dengan regulasi serta benar-benar sampai kepada pihak yang menerima itu," tandas Yunus.
"Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat Rote Ndao, kami siap menjalankan trifungsi kami untuk mendukung segala sektor pembangunan di Rote Ndao," tutup dia. (rio)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.