Rote Ndao Terkini

Gelar Pengawasan, Waket dan Komisi II DPRD Rote Ndao Soroti Layanan Kesehatan Buruk di RSUD Ba'a

tidak bisa dipungkiri bahwa Kabupaten Rote Ndao masih jauh dari keterbatasan, baik dari sisi anggaran maupun sumber daya.

Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/MARIO TETI
Wakil Ketua DPRD Rote, Deni Moy didampingi Ketua Komisi II, Meksi Mooy dan anggota Falen Haning dan Yunus Panie saat pengawasan di RSUD Ba'a. Senin, 6 Januari 2025. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti

POS-KUPANG.COM, BA'A - Di hari pertama masuk kerja pada awal tahun 2025, Anggota DPRD Rote Ndao melakukan pengawasan terhadap pelayanan publik di fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Pengawasan ini menyasar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba'a, Puskesmas Ba'a, SD Negeri Tuabolok dan SMP Negeri 2 Lobalain. Senin, 6 Januari 2024.

Hadir dalam pengawasan itu, Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Denison Moy, Ketua Komisi II, Meksi Mooy, Wakil Ketua Komisi, Jufri Laela, Sekretaris, Melkianus F Haning beserta anggota Yunus Panie, Feky Machiel Boelan, Zyiandri Daud dan Firlot Pellokila.

Dalam pengawasan tersebut, ditemukan  kejanggalan atas pengelolaan pelayanan rumah sakit milik pemerintah itu.

Baca juga: Satlantas Polres Rote Ndao Pastikan Malam Tahun Baru Tanpa Suara Knalpot Brong

Sejumlah kejanggalan ditemukan khusus dalam pelayanan, jumlah pasien begitu banyak di loket, namun dokter satupun tak kunjung datang. Kemudian seorang pasien BPJS yang disuruh pulang, padahal dalam keadaan yang menderita dengan dalil dokter bedah belum memiliki ijin berpraktek.

Usai pengawasan, Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Denison Moy mengatakan, perihal pengawasan di RSUD Ba'a terkendala tenaga medis yaitu dokter. Yang mana pelayanan terhadap pasien, dokter belum memiliki kesiapan.

"Kami hari ini melakukan pengawasan pelayanan publik di rumah sakit, puskesmas dan sekolah-sekolah. Sebagai pimpinan, saya mendampingi komisi II," ucap Deni.

Terkait dengan layanan kesehatan di rumah sakit, dikatakannya, ditemukan kendala tenaga medis yakni dokter. Misalnya di ruangan anak, dokter hanya satu orang, kemudian dokter bedah yang masih berproses ijin prakteknya.

Lalu potret ruangan laboratorium yang tidak layak atau tidak sesuai standar. Kemudian di ruangan rawat inap, AC tidak berfungsi, begitu pula air dalam kamar mandi.

"Nanti kekurangan-kekurangan ini akan dievaluasi oleh teman-temannya di komisi II untuk ditindaklanjuti," tandas Deni.

Selanjutnya, tambah dia, soal kegiatan belajar mengajar di sekolah semua berjalan normal. Namun, di SMPN 2 Lobalain terdapat kekurangan dua ruangan belajar.

"Nah kekurangan-kekurangan ini akan ditindaklanjuti oleh teman-teman komisi II dan disampaikan ke pimpinan DPRD untuk berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), jika ada skema anggaran, kita tindaklanjuti," pungkas Deni.

Dia menegaskan, prinsipnya di tahun 2025, DPRD Rote Ndao penuh dengan semangat baru dan bersinergi baik untuk membangun Rote Ndao. 

Masih penjelasan Deni, adapun pengawasan hari ini tidak dalam rangka mencari siapa salah dan siapa yang benar, tetapi menjadi tugas dan tanggung jawab bersama. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved