Opini

Opini: Refleksi dan Resolusi Perubahan Anti Korupsi Menyambut Tahun Baru 2025

Salah satu kasus korupsi yang paling merugikan dalam sejarah Indonesia saat ini adalah skandal Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP). 

Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM/HO
ILUSTRASI 

Oleh: Inosensius Enryco Mokos, M. I. Kom
Peneliti Komunikasi Politik dan Budaya

POS-KUPANG.COM -  Memasuki tahun 2025, isu korupsi masih menjadi tantangan besar yang melemahkan tata kelola, pembangunan ekonomi, dan kepercayaan masyarakat. 

Pada tahun lalu terdapat sejumlah kasus korupsi yang meresahkan, hal ini menunjukkan perlunya reformasi sistemis dan tindakan kolektif untuk memerangi masalah yang sudah meluas ini. 

Esai ini merefleksikan perubahan-perubahan yang diantisipasi pada tahun 2025 mengenai upaya pemerintah memberantas korupsi, mengkaji kasus-kasus korupsi penting pada tahun 2024, dan mengusulkan solusi konkret untuk memberantas korupsi di Indonesia.

Kasus Korupsi di Indonesia: Pemandangan yang Meresahkan

Korupsi telah lama menjangkiti Indonesia, berdampak pada berbagai sektor dan mengikis kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah. 

Menurut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terdapat lebih dari 200 kasus korupsi yang dilaporkan pada tahun 2024, yang mempunyai dampak keuangan yang signifikan bagi negara. 

Laporan tahunan KPK menunjukkan perkiraan total kerugian akibat korupsi di Indonesia mencapai sekitar Rp 50 triliun (sekitar USD 3,5 miliar) pada tahun 2024.

Salah satu kasus korupsi yang paling merugikan dalam sejarah Indonesia saat ini adalah skandal Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP). 

Kasus ini melibatkan penggelapan dana yang dialokasikan untuk program kartu tanda penduduk nasional, yang dimaksudkan untuk memodernisasi sistem pencatatan sipil di Indonesia. 

Skandal yang terungkap pada tahun 2017 ini melibatkan beberapa pejabat tinggi, termasuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan birokrat pemerintah.

Perkiraan kerugian akibat skandal E-KTP adalah sekitar Rp 2,3 triliun (sekitar USD 160 juta). 

Dampak dari kasus ini terhadap perekonomian Indonesia sangat besar, karena tidak hanya mengalihkan dana penting dari layanan publik tetapi juga merusak kredibilitas lembaga-lembaga
pemerintah. 

Skandal ini telah menyebabkan hilangnya kepercayaan investor dan menghambat pertumbuhan ekonomi, karena korupsi seringkali dipandang sebagai hambatan besar dalam menjalankan bisnis di Indonesia.

Kemudian untuk kasus korupsi yang paling mengemparkan tahun ini adalah kasus koruspi tambang timah yang melibatkan suami dari salah satu artis ternama di Indonesia Harvey Moeis yang berhasil diungkap oleh Kejaksaan. Total kerugian negara bisa mencapai hampir 300 triliun rupiah. 

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved