Berita Kabupaten Kupang
Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang Catat 850 Gigitan HPR Sepanjang 2024
Sementara anjing yang menggigit korban telah dilakukan Uji Swab terhadap sampel HPR dan hasilnya dinyatakan positif.
Penulis: Yohanes Alryanto Tapehen | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS KUPANG.COM- Ryan Tapehen
POS KUPANG.COM, OELAMASI- Semenjak ada Kasus kematian akibat virus rabies yang ditularkan lewat hewan penyebar rabies, Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang mencatat ada 850 kasus gigitan sepanjang tahun 2024.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Yoel Laitabun menerangkan dari 850 gigitan itu mengakibatkan 4 korban meninggal dunia dan membuat pemkab Kupang harus menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies sejak 19 Agustus 2024 sampai 19 Februari 2025.
Kasus positif rabies terakhir tercatat terjadi di Desa Netemnanu Utara pada Agustus 2023 lalu dimana ada 4 kasus gigitan dan korbannya masih hidup dan sementara berada dalam masa perawatan medis sehingga belum bisa dilakukan pengambilan sampel (jaringan otak) yang secara teknis prosedural dan juga demi alasan kemanusiaan memerlukan ijin keluarga korban.
Sementara anjing yang menggigit korban telah dilakukan Uji Swab terhadap sampel HPR dan hasilnya dinyatakan positif.
Selanjutnya sampel lainnya juga telah dikirimkan ke Balai Besar Veteriner Denpasar untuk mendapatkan konfirmasi melalui uji patologis yang lebih akurat (FAT Rabies).
Juga dari 850 kasus gigitan HPR itu 832 diantarnya sudah mendapat vaksin Anti rabies (VAR) dengan rincian dosis 1 sebanyak 348 orang, dosis 2 sebanyak 464 orang dan dosis 3 sebanyak 20 orang.
Namun kata dia ada 18 orang yang usai digigit HPR menolak untuk menerima vaksin VAR.
Soal ketersediaan vaksin, Yoel Laitabun menjelaskan stok diawal bulan tercatat di gudang Farmasi sebanyak 441 vial VAR dan 2 vial SAR dan juga disebarkan di seluruh kecamatan di Kabupaten Kupang.
Sementara, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kupang, Smith Fanggi melaporkan kasus terakhir terjadi di Amfoang Timur Desa Netemnanu Utara.
"Kalau Kasus gigitan tiap hari selalu ada di kabupaten Kupang, kebanyakan gigitan itu terjadi lebih karena provokasi manusia ke hewan dan kecerobohan manusia lainnya," ungkap Smith.(ary)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.