Balita Meninggal Diduga Rabies
Anjing Diduga Terinfeksi Rabies Dikonsumsi Warga Kota Kupang
Anak tersebut meninggal dunia pada 28 Desember 2024 di RSUP Ben Mboi, setelah menunjukkan gejala virus rabies.
Penulis: Ray Rebon | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ketua Karang Taruna Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Provinsi NTT, Yustus Lona, mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian yang melibatkan anjing diduga terinfeksi virus rabies yang dikonsumsi oleh warganya.
Kejadian ini bermula pada 21 November 2024, ketika seekor anjing menggigit seorang anak berinisial MAJM (4), warga RT 14, RW 006, Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang.
Anak tersebut meninggal dunia pada 28 Desember 2024 di RSUP Ben Mboi, setelah menunjukkan gejala virus rabies.
Yustus menyesalkan tindakan warga yang langsung mengeksekusi anjing tersebut dan mengonsumsi dagingnya tanpa menyadari risiko penularan virus rabies.
"Karena ketidaktahuan keluarga dan warga setempat, anjing yang menggigit anak itu langsung dieksekusi dan dagingnya dikonsumsi oleh mereka," ujar Yustus Lona kepada POS-KUPANG.COM, Senin 30 Desember 2024.
Ia menganjurkan agar keluarga korban serta warga yang mengonsumsi daging anjing tersebut segera melakukan pemeriksaan medis untuk mencegah risiko kesehatan lebih lanjut.
"Kami sangat sayangkan karena ketidaktahuan, mereka konsumsi daging anjing yang diduga terinfeksi rabies itu. Saya minta mereka segera periksa ke dokter," imbuhnya.
Selain itu, Yustus mengimbau masyarakat Kelurahan Naioni untuk lebih waspada terhadap ancaman rabies, terutama bagi yang memiliki hewan peliharaan seperti anjing.
"Kepada masyarakat, apabila melihat anjing peliharaannya menunjukkan tanda-tanda rabies, tolong segera dieksekusi dan dikubur. Hal ini demi keamanan kita bersama supaya tidak terjadi hal seperti ini lagi," ungkapnya.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.