Balita Meninggal Diduga Rabies

BREAKING NEWS: Balita di Naioni Kupang NTT Meninggal Dunia Diduga Akibat Gigitan Anjing Rabies

Ini kejadian pertama kali di Kelurahan Naioni. Korban digigit pada bulan November lalu, dan setelah itu anjingnya dibunuh lalu dikonsumsi

|
Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Ketua Karang Taruna Kelurahan Naioni, Yustus Lona. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - MAJM, seorang anak perempuan berusia 4 tahun asal RT 14, RW 06, Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang, meninggal dunia diduga akibat gigitan anjing rabies.

Korban menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu, 28 Desember 2024, di RSUP Ben Mboi Kupang setelah mengalami gejala rabies.

Korban direncanakan dimakamkan pada Senin, 30 Desember 2024. 

Berdasarkan pantauan di rumah duka, sejumlah tenda telah didirikan, dan kursi disusun untuk pelaksanaan ibadat pemakaman. 

Baca juga: Pengentasan Kemiskinan Ekstrim di Lembata NTT, Pemda Salurkan Bansos Beras 43 Ton

Para warga tampak berdatangan untuk memberikan penghiburan kepada keluarga korban.

Menurut informasi yang dihimpun, korban digigit anjing pada 22 November 2024 di bagian lengan kiri. 

Ketua Karang Taruna Kelurahan Naioni, Yustus Lona, menjelaskan bahwa anjing yang menggigit korban kemudian dibunuh dan dikonsumsi oleh warga.

"Ini kejadian pertama kali di Kelurahan Naioni. Korban digigit pada bulan November lalu, dan setelah itu anjingnya dibunuh lalu dikonsumsi," ungkap Yustus Lona saat mengikuti ibadat pemakaman pada Senin, 30 Desember 2024.

Yustus mengisahkan bahwa korban mulai menunjukkan gejala rabies pada 26 Desember 2024, seperti gelisah, mengigau, dan takut udara serta air. 

Melihat kondisi tersebut, keluarga segera membawa korban ke RSUP Ben Mboi Kupang pada 28 Desember 2024 untuk mendapatkan penanganan medis.

Saat menjalani perawatan di RSUP Ben Mboi, korban diberikan infus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi karena tidak bisa menelan makanan maupun minuman.

"Dia (korban) menunjukkan gejala rabies seperti gemetar dan matanya putih naik ke atas. Pasien juga diberikan obat penenang karena gelisah," kata Yustus.

Namun, upaya medis tidak mampu menyelamatkan nyawa korban. MAJM dinyatakan meninggal dunia pada 28 Desember 2024 sekitar pukul 22.00 WITA.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved