Natal 2024

Pesan Natal 2024, Uskup Agung Kupang: Marilah Kita Pergi ke Betlehem

Pada momen Natal ini, Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni mengeluarkan surat gembala yang dibacakan para pastor saat homili

|
Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/ROSALIA ANDRELA
Umat Paroki Sta. Maria Assumpta Kupang saat khusuk berdoa pada perayaan misa Natal, Rabu 25 Desember 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rosalia Andrela

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Umat nasrani seluruh dunia melaksanakan Natal 2024 dengan momen yang dirayakan selama beberapa hari yang diawali malam Natal, Selasa (24/12/204).

Kemudian hari raya Natal pada Rabu 25 Desember 2024 dan hari raya Natal kedua pada Kamis 26 Desember 2024.

Pada momen Natal ini, Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni mengeluarkan surat gembala yang dibacakan para pastor saat homili.

Adapun perayaan Natal 2024 ini mengambil tema "Marilah Kita ke Betlehem”.

Pada misa perayaan Natal Rabu, 25 Desember 2024, Pastor Paroki Gereja Santa Maria Assumpta Kupang, Rm. Rudi Tjung Lake membacakan isi surat gembala oleh Uskup Agung Kupang.

Berikut ini tersaji isi surat gembala resmi dari Uskup Agung Kupang.

Saudara-saudari yang terkasih,

“Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita” (Luk 2:15). Begitulah yang dikatakan oleh para gembala satu sama lain setelah mendengar warta malaikat. Sebuah pelajaran indah muncul dari kata-kata sederhana ini. 

Berbeda dengan banyak orang lain yang sibuk dengan banyak hal, para gembala adalah orang-orang pertama yang melihat hal paling penting dari semuanya, yakni anugerah keselamatan.

Mereka yang rendah hati dan miskinlah yang menyambut peristiwa Inkarnasi. Para gembala merespons Tuhan yang datang menemui kita dalam Bayi Yesus dengan pergi menemui-Nya dengan kasih, syukur, dan kagum.

Berkat Yesus, pertemuan antara Tuhan dan anak-anak-Nya ini melahirkan agama kita dan menjelaskan keindahannya yang unik, yang sangat terlihat dalam adegan kelahiran Yesus.

Ketika datang ke dunia, Putra Allah dibaringkan di palungan, tempat makan binatang-binatang.

Palungan yang beralaskan jerami menjadi tempat tidur pertama bagi Dia yang disebut penginjil Yohanes sebagai “Firman yang telah menjadi daging dan diam di antara kita….” (1:14), dan yang akan menyatakan diri-Nya sebagai “roti yang turun dari surga” (Yoh 6:41). 

Santo Agustinus, bersama dengan Bapa-bapa Gereja lainnya, terkesan dengan simbolisme ini: “Dibaringkan di palungan, Dia menjadi makanan kita” (Sermon 189, 4).

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved