Opini
Opini: Pesta Demokrasi Kota Kupang, Refleksi dan Harapan
Pada Pilkada 2024, lima pasangan calon (paslon) berlaga memperebutkan kursi wali kota dan wakil wali kota Kupang.
Anomali ini mengingatkan kita pada Pilkada DKI Jakarta 2017, ketika Anies Baswedan berhasil mengalahkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Saat itu, meskipun tingkat kepuasan terhadap kinerja Ahok berkisar antara 75-81,5 persen menurut beberapa lembaga survei, ia tetap tumbang.
Banyak akademisi berpendapat bahwa sentimen politik identitas berbasis agama dan ras turut memengaruhi hasil Pilkada DKI Jakarta 2017. Namun, hal tersebut tak berlaku di Pilkada Kota Kupang.
Pilkada Kota Kupang juga tidak sepenuhnya lepas dari isu politik identitas. Pasangan Christian dan Serena bukan representasi etnis dominan di Kota Kupang, tetapi hal tersebut tidak menghalangi kemenangan mereka.
Ini menunjukkan bahwa masyarakat Kota Kupang semakin matang dalam memilih pemimpin berdasarkan kualitas, program, dan kredibilitas, bukan sekadar sentimen etnis atau agama.
Kemenangan ini menjadi simbol persatuan dalam keberagaman, menegaskan bahwa Kota Kupang mampu menolak politik identitas dan memprioritaskan masa depan yang lebih inklusif.
Jejak Kepemimpinan yang Berkesan
Di bawah kepemimpinan Jeriko, banyak program inovatif yang dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Kupang. Salah satunya adalah program penghijauan yang membuat pohon flamboyan bermekaran indah setiap Natal.
Selain menciptakan keindahan, program ini juga mendukung upaya mitigasi perubahan iklim melalui pengembangan Kota Hijau.
Program Bedah Rumah juga menjadi salah satu keberhasilan besar Jeriko. Banyak warga miskin mendapatkan rumah layak huni secara gratis, menunjukkan keberpihakan nyata pemerintah terhadap masyarakat kecil.
Selain itu, perbaikan taman kota dan pembangunan fasilitas untuk UMKM, seperti di Patung Tirosa Bundaran PU, memberikan ruang bagi pelaku
usaha kecil untuk berkembang.
Jeriko juga memberikan perhatian khusus pada Pendidikan dengan membagikan seragam, tas, dan alat tulis secara gratis kepada siswa sekolah.
Dalam bidang tata kelola pemerintahan, Jeriko mencatat sejarah dengan membawa Kota Kupang meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih sebelumnya.
Semua ini menjadikan kekalahannya dalam Pilkada 2024 terasa kontras dan anomali.
Harapan dan Tantangan
Emris Yeverson Kaja Jade
Opini Pos Kupang
Hasil Pilkada Kota Kupang
Jefri Riwu Kore-Lusia Adinda
Serena Cosgrova Franscies
| Opini: Menyelami Misteri Rosario dalam Terang Rosarium Virginis Mariae |
|
|---|
| Opini: Self-Diagnosis dari Media Sosial- Ketika TikTok Menjadi "Dokter" Baru Generasi Muda |
|
|---|
| Opini: Ketika Alam Diperlakukan Salah- Pelajaran Lama dari Thales dari Miletus |
|
|---|
| Opini: BPK Satu-satunya Penentu Kerugian Keuangan Negara di Proyek Konstruksi |
|
|---|
| Opini: Pekerja Platform Tanpa Payung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Emris-Yeverson-Kaja-Jade.jpg)