Sabtu, 11 April 2026

Opini

Opini: Pesta Demokrasi Kota Kupang, Refleksi dan Harapan

Pada Pilkada 2024, lima pasangan calon (paslon) berlaga memperebutkan kursi wali kota dan wakil wali kota Kupang. 

|
Editor: Dion DB Putra
DOK PRIBADI
Emris Yeverson Kaja Jade 

Oleh: Emris Yeverson Kaja Jade
Masyarakat Nusa Tenggara Timur

POS-KUPANG.COM -  Setiap pesta identik dengan kebahagiaan. Di akhir perayaan, tugas tuan rumah adalah membereskan segalanya dan melanjutkan perjalanan ke fase berikutnya. 

Prinsip ini juga berlaku dalam pesta demokrasi, seperti Pilkada Kota Kupang 2024. 

Setelah pemimpin baru terpilih, masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang, harus menerima hasil ini dengan sukacita, sembari memupuk harapan baru untuk masa depan.

Pilkada Kota Kupang kali ini menjadi salah satu kontestasi politik paling menarik di NTT. Kota Kupang, sebagai ibu kota provinsi, memiliki peran strategis yang mewakili wajah NTT di mata nasional maupun internasional. 

Pemimpin yang terpilih diharapkan mampu memoles citra dan meningkatkan daya saing kota ini, mengingat Kota Kupang sering kali menjadi pintu masuk bagi para wisatawan dan pelaku bisnis (investor) di NTT.

Pada Pilkada 2024, lima pasangan calon (paslon) berlaga memperebutkan kursi wali kota dan wakil wali kota Kupang. 

Mereka adalah Alex Funay-Ishak Nuka, Jonas Salean-Aloysius Sukardan, George Hadjoh-Theodora Ewalde Taek, Jefri Riwu Kore-Adinda Lebu Raya, dan Christian Widodo-Serena Cosgrova Francis. 

Setelah proses pemungutan dan rekapitulasi suara yang transparan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang menetapkan Christian Widodo dan Serena Cosgrova Francis sebagai pasangan pemenang. 

Mereka meraih 68.830 suara atau 36,39 persen, mengungguli empat pasangan lainnya, termasuk petahana Jefri Riwu Kore yang hanya memperoleh 50.093 suara. 

Walaupun proses pilkada belum berakhir, namun pengakuan akan kemenangan ini dari beberapa paslon ditambah tidak adanya gugatan di Mahkamah Konstitusi, membuat kemenangan ini terasa telah terlegitimasi.

Anomali Kekalahan Petahana

Kekalahan Jefri Riwu Kore menjadi fenomena menarik. Sebagai petahana, kinerjanya dinilai sangat baik oleh publik. 

Survei Indikator Politik Indonesia yang menunjukkan tingkat kepuasan terhadap kepemimpinannya mencapai 85,4 persen. 

Angka ini mengindikasikan keberhasilan Jeriko (sapaan akrab Jefri Riwu Kore) dalam menjalankan program-programnya selama periode 2017–2022.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved