Prabowo Kunjungi Kupang

Prabowo Subianto Cerita Situasi Geopolitik dan Ancaman untuk Indonesia

Dalam ajaran agama, menurut dia, telah diarahkan agar bisa menyelamatkan diri sendiri, keluarga dan harta benda.

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
Presiden RI Prabowo Subianto berpidato dalam pembukaan sidang Tanwir dan Resepsi Milad ke-112 Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG  - Presiden RI Prabowo Subianto bercerita mengenai situasi geopolitik terkini dan ancaman untuk Indonesia. 

Menurut dia, situasi di Indonesia masih kondusif. Berbeda dengan beberapa negara lainnya terutama mayoritas muslim kini sedang bergejolak. Palestina hingga Lebanon adalah kondisi nyata yang sedang terjadi. 

"Anak-anak tidak berdosa. Angka terakhir 5 ribu anak, dibawa satu tahun mati terkubur. Ribuan lagi kita tidak tahu. Belum orang tua, perempuan," kata Presiden Prabowo Subianto di acara pembukaan sidang Tanwir dan Resepsi Milad ke-112 Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Kupang, Rabu 4 Desember 2024.

Perang lainnya ada Ukrania dengan Rusia. Konflik itu membuat harga pangan dunia meningkat.

Padahal, secara geografis letaknya jauh dari Indonesia.  Kepala Negara bilang, tidak boleh menyepelekan kedamaian dan akan terhindar dari ancaman akibat konflik negara lainnya. 

"Jangan kita anggap damai itu biasa. Jangan kita anggap kita tidak menghadapi ancaman. Kenapa kita harus waspada, karena kita kaya," kata Ketua Umum Gerindra itu. 

Prabowo Subianto bahkan mengungkit lagi mengenai penjajahan. Negara-negara asing justru datang ke Indonesia. Kehadiran negara lain ke Indonesia, kata dia, terjadi hingga saat ini. 

Dalam ajaran agama, menurut dia, telah diarahkan agar bisa menyelamatkan diri sendiri, keluarga dan harta benda.

Pada bagian lainnya, Prabowo Subianto mengatakan, kondisi di Eropa kemungkinan bisa bergejolak. 

"Kemungkinan, kurang lebih 17 persen terjadi perang nuklir. Ini pengamatan pakar-pakar di Eropa," kata dia. 

Situasi itu dilatari perizinan oleh negara-negara barat untuk penggunaan peluru jarak jauh untuk menyerang Rusia.

Baca juga: Presiden Prabowo Ajak Warga Hormati Presiden Terdahulu, Termasuk Jokowi

Sebaliknya, Rusia juga menyerukan untuk menyerang negara-negara barat dengan penggunaan senjata paling mutakhir. 

Sama halnya dengan negara di Asia. Prabowo Subianto mengaku, pemerintah Korea Selatan telah menetapkan keadaan darurat. 

"Marilah kita, jangan terlalu lengah. Jangan terlalu santai. Kita non blok, kita tidak memihak. Kita menghormati semua negara," kata Prabowo Subianto. (fan)

 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved