Berita Manggarai Barat

Labuan Bajo 'Juara' Kasus DBD Tertinggi di Kabupaten Manggarai Barat

Data Dinas Kesehatan Manggarai Barat periode Januari-November 2024, ditemukan 495 kasus DBD, kasus tertinggi terjadi di wilayah Puskesmas Labuan Bajo

Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/BERTO KALU
Pjs Bupati Manggarai Barat Ondy Siagian memberikan sambutan di kegiatan rapat koordinasi pencegahan DBD tingkat daerah. Senin 18 November 2023 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Kota Labuan Bajo mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) tertinggi untuk wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Manggarai Barat periode Januari-November 2024, ditemukan 495 kasus DBD, kasus tertinggi terjadi di wilayah Puskesmas Labuan Bajo sebanyak 172 kasus, dan Puskesmas Batu Cermin 136 kasus.

"Kasus DBD di dua wilayah puskesmas ini  menyumbangkan 62 persen dari total kasus di Kabupaten Manggarai Barat," ungkap Pjs Bupati Manggarai Barat Ondy Siagian, saat rapat koordinasi pencegahan DBD tingkat daerah yang berlangsung di aula kantor Bupati, Senin 18 November 2024.

Rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk mengetahui gambaran secara kasus DBD, sehingga intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan menekan angka penyakit DBD di Kabupaten Manggarai Barat, melibatkan semua stakeholder. 

Ondy merinci, untuk kota Labuan Bajo kasus DBD tertinggi terjadi di Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo dengan 84 kasus.

Secara keseluruhan bila dibandingkan periode yang sama dengan tahun 2023 kasus DBD di Manggarai Barat meningkat dua kali lipat.

"Tahun 2023 DBD di Manggarai Barat 289 kasus, tahun 2024 495 kasus. Hal ini menunjukan adanya peningkatan kasus dua kali lipat pada tahun ini dan tambahan jumlah desa/kelurahan yang terpapar penyakit DBD dari yang sebelumnya 66 desa/kelurahan menjadi 77 desa/ kelurahan," jelasnya.

Penyakit DBD merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi di Kabupaten Manggarai Barat. Karena itu, lanjut Ondy, harus menjadi perhatian serius semua pihak dalam mengambil langkah strategis mencegah kasus DBD. Terlebih Labuan Bajo sebagai etalase pariwisata di NTT.

"Kita harus memberikan kenyamanan kepada wisatawan yang datang berkunjung," kata Ondy.

Baca juga: Wujudkan Manggarai Barat Bebas Stunting, PLN Komitmen Perbaikan Gizi Lewat Program Tangkas Komodo

Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat Adrianus Ojo mengungkapkan, pihaknya telah melakukan berbagai tindakan dalam upaya untuk menekan kasus DBD. Di antaranya tata laksana penderita DBD di fasilitas kesehatan di rumah sakit dan puskesmas.

Penyelidikan epidemiologi untuk setiap kasus DBD yang dilaporkan dari fasilitas kesehatan guna menemukan sumber penularan, mencari kasus tambahan dan tindakan pencegahan yang diperlukan.

Kemudian fogging atau pengasapan di sekitar rumah penderita sesuai dengan rekomendasi tim Penyelidikan Epidemiologi. Puskesmas juga melakukan larvasida atau abatesasi sebelum puncak kasus guna membunuh jentik nyamuk.

Selain itu Dinkes Manggarai Barat juga intens melakukan penyuluhan di sekolah, pemukiman dan tempat umum, dan pencatatan dan pelaporan kasus secara berjenjang.

Adrianus mengharapkan masyarakat dapat bekerja sama membersihkan lingkungan dengan bergotong royong sebagai antisipasi lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) di daerah itu. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved