Lewotobi Erupsi

Aktivitas Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki Dilaporkan Menurun, Badan Geologi Kurangi Radius Bahaya

Badan Geologi menetapkan radius bahaya yakni 7 kilometer dari pusat erupsi, serta sektoral 9 kilometer pada arah barat daya dan barat laut.

Editor: Eflin Rote
HUMAS BNPB
Kondisi Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, berdasarkan foto udara, Minggu (10/11). Hingga Senin 18 November 2024, Gunung Lewotobi Laki-laki masih ditetapkan level IV (awas). 

POS-KUPANG.COM - Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki dilaporkan cenderung menurun. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pun mengurangi radius bahaya erupsi gunung tersebut.

Sebelumnya, Badan Geologi menetapkan radius bahaya yakni 7 kilometer dari pusat erupsi, serta sektoral 9 kilometer pada arah barat daya dan barat laut.

Kemudian dikurangi menjadi 8 kilometer pada sektoral barat daya dan barat laut.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid dikutip dari Kompas.com, menjelaskan penurunan jarak rekomendasi bahaya ini berdasarkan hasil pengamatan visual dan kegempaan Gunung Lewotobi Laki-laki selama beberapa hari terakhir.

Secara visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 100-800 meter dari puncak.

Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah barat daya, barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 22-34 derajat celcius.

Terekam gempa letusan, namun secara visual tinggi letusan dan warna kolom erupsi tidak teramati.

Meski begitu, dari warna embusan gas menunjukkan masih adanya material batuan atau abu yang terbawa ke permukaan.

"Guguran teramati dengan jarak luncur 500-1.000 meter dari puncak dan arah luncuran ke arah barat,” ujar Wafid dalam keterangannya, Senin (18/11/2024).

Kegempaan yang terekam pada Minggu (17/11/2024), yaitu 1 kali gempa letusan, 7 kali gempa guguran, 72 kali gempa embusan, 1 kali gempa harmonik, 3 kali low freguency.

Kemudian, 4 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali gempa tektonik jauh, dan 3 kali tremor menerus dengan amplitudo 1.4-5.9 mm, dominan 22 MM.

Kejadian erupsi masih terjadi 1 hingga 2 kejadian. Jumlahnya relatif menurun dibandingkan periode sebelumnya yaitu 9-15 kejadian.

Wafid juga melaporkan tinggi kolom erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki juga mengalami penurunan menjadi maksimal 500-1.000 meter dari atas puncak, di mana sebelumnya mencapai maksimal 2.000-5.000 meter.

Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-laki Flotim Masih Ditetapkan Level IV, Tak Boleh Ada Aktivitas di Radius 7 Km

Gempa vulkanik dalam dan vulkanik dangkal masih terjadi tetapi dengan jumlah yang menurun.

Ini mengindikasikan hingga sekarang masih terjadi suplai magma dari kedalaman ke permukaan yang lebih dangkal, seiring dengan terekamnya tremor menerus dengan amplitudo dominan menunjukkan penurunan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved