NTT Terkini
Bil Nope Tegaskan Tidak Ada Penyerahan Takhta Kerajaan Amanuban Kepada Jonathan Nubatonis
Beberapa saat kemudian, pada sesi acara berikut, dirinya diberikan kesempatan untuk berbicara, setelah pak Mella kemudian dirinya.
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Bil Nope , S.H menegaskan, dirinya tidak pernah menyerahkan takhta kerajaan Amanuban kepada Drs. Jonathan Nubatonis.
"Saya tegaskan, bahwa saya tidak pernah menyerahkan takhta kerajaaan Amanuban kepada Jonathan Nubatonis. Bahwa benar saya hadir di rumah Drs. Jonathan Nubatonis pada 15 September 2025 di Tubuhue itu memenuhi undangan syukuran dari keluarga Nuban, Nubatonis, Tenis dan Asbanu," kata Bil Nope, Minggu (21/9/2025) malam.
Menurut Bil, pada 15 September sekitar pukul 15.00 wita dirinya dan keluarga ke rumah Drs. Jonathan Nubatonis dan dirinya engenakan busana adat.
"Saya memakai pakaian adat, saya masih berada sekitar 20 meter. Saya dengar pak Jonathan sampaikan bahwa TTS ini miskin atau termasuk kemiskinan ekstrem, maka pemerintah dan keluarga besar Nuban, Nubatonis, Tenis dan Asbanu harus bersama untuk tuntaskan masalah ini," katanya.
Pada saat itu, Jonathan Nubatonis bertanya kepada hadirin, apakah ada juga dari keluarga Nope, dana saat itu ada seorang yang lari menghampirinya dan menyampaikan bahwa dirinya dijemput masuk tempat acara.
Baca juga: Wakili Keluarga Nope, Pina Nope dan Bil Nope Sampaikan Klarifikasi Soal Penobatan Raja Amanuban
"Saya dipersilakan duduk dekat bupati TTS dan ibu, ada juga pak Paul Mella dan lainnya.
Saat itu pembawa acara menyampaikan agar bupati TTS memberi sambutan, tapi sebelumnya kami sampaikan ke usi Bil Nope untuk sampaikan sepatah kata. Saat itu saya bangun dan pak Jonathan sampaikan bahwa ini syukuran, Nuban, Nubatonis, Tenis Asbanu," jelasnya.
Saat itu, Bil juga menyampaikan bahwa di dalam kerajaan Amanuban tidak boleh ada dualisme, bahkan dirinya mengatakan, bahwa setiap 17 Agustus perlu ada sesi untuk beri penghormatan dalam mengheningkan cipta kepada sesepuh yang sudah mendahului atau telah dipanggil Tuhan.
"Mumpung ada pak bupati saya sampaikan, bahwa pahlawan bukan saja pahlawan seperti Ahmad Yani, tapi saya mau sampaikan bahwa di TTS, B J Habibie menetapkan sebuah pahlawan yaitu Raja Bil Nope.
Saya mohon agar setiap kegiatan beri penghormatan Raja Bil Nope. Intinya saya juga katakan bahwa keluarga Nuban, Nubatonis, Tenis Asbanu, kita kerja sama untuk suguhkan sesuatu bagi bupati dan wabup.
saya langsung mengakhiri sambutan dengan kata Shalom," katanya.
Beberapa saat kemudian, pada sesi acara berikut, dirinya diberikan kesempatan untuk berbicara, setelah pak Mella kemudian dirinya.
"Pada intinya saya mengatakan, hormati bupati dan tuan rumah bapak Jonathan Nubatonis selaku tuan rumah tempat acara syukuran keluarga Nuban Nubatonis, Tenis Asbanu. Dan kegiatan ini tidak menghapus Kerajaan Nope di NIki-niki. Kita harapkan keluarga Nuban Nubatonis, Tenis Asbanu agar berkolaborasi membawa masyarakat TTS keluar dari berbagai masalah termasuk kemiskinan. Itu yang saya sampaikan, selanjutnya saya kembali duduk," katanya.
Kemudian, lanjut BIl Nope, sesi acara acara adat dan dirinya diminta untuk menyerahkan secara adat.
"Saya belum tahu maksudnya apa, saat itu pak Jonathan berdiri dan meminta dulang, diserahkan ke Paul Mella, namun pak Paul Mella katakan serahkan saja ke Bil Nope. pak Jonathan melirik dan minta saya serahkan dulang yang sudah disiapkan," ujarnya.
"Pak Jonathan beri ke saya dan di dala. Dulang ada satu helai Muti (terbuat dari plastik) ada destar,yang biasa dipakai oleh amaf, dan ada juga soit (konde) . Saat itu pak Jonathan panggil Sarlina, kemudian pak Jonathan yang menuntun kami. Saya pegang dulang ini dan serahkan ke saudara Natu (alias marga Asbanu) selanjutnya Natu teruskan ke yang berhak pak Jonatan Nubatonis," jelas Bil Nope.
Selanjutnya, Jonathan Nubatonis meminta 5 orang memegang lagi dulang untuk diambil gambar oleh para wartawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Bil-Nope.jpg)