Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 17 November 2024, "Orang-orang Bijaksana, Bercahaya!"
Karena hikmat kebijaksanaan dapat meningkatkan sikap berjaga-jaga dalam hidup. Berjaga-jaga, menjadi penciri orang beriman yang bijaksana.
Renungan Harian Katolik Minggu 17 November 2024
Orang-orang Bijaksana, Bercahaya!
RD. Maxi Un Bria
Markus 13 :24-32
Siapakah yang disebut bijaksana ? William Ewart Gladstone mengatakan „ Yang bijaksana adalah mereka yang mau belajar dari semua orang“ (Robert Backhouse, 1994;58). Kitab Amsal menulis, yang terbuka untuk mendengarkan nasihat dan didikan, menjadi bijak di masa depan. ( Amsal 19 :20 ).
Hikmat kebijaksanaan adalah anugerah dari Allah. Manusia beriman meminta hikmat dan kebijaksanaan dari Allah, dengan berdoa. Karena hikmat dan kebijaksanaan dari Allah menuntun manusia pada jalan damai sejahtera dan keselamatan.
St. Albertus Magnus mengatakan, meskipun Allah tidak dapat diselami dengan akal budi yang terbatas, namun manusia beriman tetap berjuang mendekatkan diri dengan Allah dan memohonkan hikmat kebijaksanaan dari-Nya.
Karena hikmat kebijaksanaan dapat meningkatkan sikap berjaga-jaga dalam hidup. Berjaga-jaga, menjadi penciri orang beriman yang bijaksana.
Berjaga-jaga, memengaruhi sikap hidup manusia untuk hidup dalam kesadaran bahwa hidup manusia di dunia tetap dibatasi dalam ruang dan waktu. Ziarah hidup manusia di dunia pada saatnya akan berakhir.
Kesadaran ini selanjutnya, dapat melahirkan sikap untuk merencanakan hidup dan mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.
Sikap berjaga-jaga dipuji Nabi Daniel. Orang yang membangun hidup dalam kesadaran sikap berjaga-jaga, dinilai sebagai orang yang bijaksana.
Nabi Daniel mewartakan dan mengajak orang Israel untuk hidup menurut Hukum Tuhan. Mereka diajak untuk ikut berpikir bahwa segala sesuatu yang dilakukan dalam hidup saat ini, tercatat dalam Kitab kehidupan. Dan segala yang tercatat atau tertulis tetap tertulis. Tinggal tetap.
Semua sikap hidup orang yang benar,baik, adil dan bijaksana menerima cahaya yang abadi. Sebaliknya penderitaan dan kebinasaan akan menimpa setiap orang yang tidak takut kepada Allah dalam hidup.
Pada waktunya, Allah akan meminta kepada setiap orang pertanggungjawaban atas segala yang telah dilakukan dalam hidup.
Demikianlah “Orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran akan bercahaya seperti bintang-bintang untuk selama-lamanya" (Daniel 12:3).
Dalam Injil hari ini, Yesus meminta para pengikut-Nya untuk mengembangkan sikap berjaga-jaga dan bijaksana dalam hidup. Utamanya untuk ikut berefleksi dan berpikir tetang akhir zaman.
Sebuah pengajaran yang berharga bahwasannya, hidup setiap manusia di dunia ini, pada saatnya akan memasuki ambang batas yang kita kenal sebagai kematian. Kematian adalah pengalaman natural dan manusiawi yang akan kita alami sebagai bagian utuh dari siklus hidup.
Kematian insani dengan alasan apapun menjadi saat penuh misteri yang tidak diketahui siapa pun selain Allah. Putera Manusia pun tidak tahu tentang saat itu. Kita hanya diminta untuk mengembangkan hidup berbasis kesadaran yang menuntun kepada kebenaran dan kebaikan menurut hukum-hukum Tuhan.
Renungan Harian Katolik Jumat 29 Agustus 2025, "Kenapa Dendam Tetap Tersimpan di Hati?" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Jumat 29 Agustus 2025, "Penguasa: Privilese, Reputasi Lebih Penting" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Jumat 29 Agustus 2025, "Kepala Yohanes Pembaptis" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Agustus 2025, “Berjaga-jagalah” |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Agustus 2025, "Siaga untuk Selalu Berbuat Baik" |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.