Liputan Khusus
Lipsus - Debat Perdana Pilkada Flotim, Empat Paslon Tiba Sesuai Nomor Urut
Keempat paslon tiba satu jam sebelum dimulainya acara debat yang diselenggarakan di Gedung OMK Larantuka, Rabu (30/10) petang.
Apakah kaitan dengan cuci darah,CT scan dan sebagainya, juga kesejahteraan sangat penting bagi para tenaga kesehatan, tenaga medis dan sebagainya agar mereka bisa bekerja dengan tenang, senang dan suka hati.
Berikut kaitan dengan masalah perekonomian pasangan ini ingin adanya teknologi yang ataupun kemajuan ilmu pengetahuan dalam rangka meningkatkan sumber ekonomi Flotim yaitu ingin ke depan ada BUMD yang bekerjasama dengan Bumdes sekaligus melakukan pemasaran sehingga masyarakat kita bisa mendapatkan keuntungan dengan baik.
Juga ada BLK bagi masyarakat tetapi bukan bersifat hibah, setelah lulus mereka akan diberikan sertifikasi baik yang mau keluar negeri, buruh migrant. “Kita akan memantau dan kita ingin melihat bagaimana keberhasilan mereka,” ujarnya.
Masalah infrastruktur juga kita lakukan demi kebaikan dengan menanta kembali yang masih kurang. Pasangan ini juga berkeinginan memindahkan kilometer nol yang saat ini ada di Posto untuk dipindahkan ke Basira agar bisa mendapatkan dana dari pemerintah pusat yang berkaitan dengan peningkatan dan pemeliharaan jalan ini.
Ekonomi Jadi Prioritas
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur nomor urut 2, Antonius Doni Dihen dan Ignasius Boli menjadikan ekonomi sebagai prioritas.
"Flores Timur produktif dan inovatif itu adalah visi kami. Kami tahu bahwa RPJMD RPJPD telah merumuskan visi jangka panjang daerah ini yaitu Flores Timur maju, berdaya saing dan berkelanjutan," kata Antonius.
"Kami melihat bahwa dalam jangka pendek, jangka menengah lima tahun kedepan penekanan pada produktivitas dan inovasi adalah hal yang penting. Inovasi adalah kebutuhan kita. Melakukan perubahan di berbagai sektor kehidupan untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi kita cukup untuk kehidupan kita, kita masih stagnan di angka 3 persen setelah turun dari 5 persen sebelumnya," tambahnya.
Dia melanjutkan, Flores Timur juga masih mempunyai angka kemiskinan yang tinggi sekitar 10 sampai 11 persen, setara dengan 30 ribu orang. Indeks pembangunan manusia juga masih dibawah rata-rata provinsi dan rata-rata provinsi masih dibawah rata-rata nasional.
"Sesuatu yang menggugah kita mestinya, untuk melangkah lebih maju karena itu kita butuh kebijakan yang lebih bertenaga untuk memastikan bahwa kita harus bisa mendayagunakan sumber daya kita secara maksimal,” ujar Antonius.
“Bagaimana kebijakan bertenaga yang kami maksudkan, kami telah merumuskannya dalam misi lompatan produktivitas yang secara publik kami komunikasikan, kami kampanyekan sebagai lompatan jauh Flores Timur. Lompatan jauh Flores Timur sesungguhnya adalah lompatan produktivitas yang mengandalkan inovasi di berbagai sektor kehidupan," sambungnya.
Antonius melanjutkan, terjemahan dari itu sudah dirumuskan dalam beberapa hal, pertama, keberanian dan kecerdasan portfolio kebijakan dan anggaran. Pemerintah pusat melalui Undang-undang telah membagi kewenangan, membagi urusan wajib dan urusan pilihan sedemikian rupa sehingga pemerintah daerah cenderung fokus pada urusan-urusan wajib saja, infrastruktur dasar, pendidikan dasar dan kesehatan dasar.
“Kita mau lebih cerdas dan berani untuk menyeimbangkan pada saat ini, memberikan perhatian tidak hanya pada soal-soal dasar infrastruktur tetapi juga pada soal ekonomi. Ekonomi harus kita gerakkan sekarang juga, tidak menunggu waktu ke depan.
Ekonomi menjadi prioritas kami,” ujarnya.
Dalam kaitan dengan ekonomi tambahnya, tentu saja mengandalkan sumber daya pertanian yang ada karena itu mobilisasi teknologi pertanian dengan pendampingan yang kuat dengan terobosan kelembagaan usaha tani diharapkan untuk mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Sektor kelautan dan perikanan juga harus menjadi masa depan yang diandalkan dan dan di sektor kelautan dan perikanan, pendapatan asli daerah harus bisa digalakkan menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Debat-Perdana-Pilkada-Flotim.jpg)