Sabtu, 6 Juni 2026

Liputan Khusus

Lipsus - KPU Lembata Gelar Debat Perdana, Enam Paslon Paparkan Visi –Misi

Para pendukung dari masing-masing pasangan calon kepala daerah memadati Aula Ankara Lewoleba tempat debat perdana dilaksanakan.

Tayang:
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Debat publik perdana Calon Bupati dan Wakil Bupati Lembata, Sabtu, 26 Oktober 2024 di Aula Ankara, Lewoleba 

Kedua, Lembata sehat, desa sehat, masyarakat kuat, sarana prasarana, alat kesehatan berkualitas dan layanan prima. Disamping itu, Paket Tunas menawarkan anak di bawah seribu hari dan pasien di rumah sakit makan sayur organik.

Lembata cerdas, melalui pembibitan generasi berprestasi dan berbudaya wirausahawan Paket Tunas menawarkan Lembata maju menyediakan air bersih, peningkatan kualitas dan internet yang inklusif. Lembata mandiri yaitu membangun ekosistem bisnis daerah simpul ekonomi dalam industri kreatif.

Lembata subur, menata, tanam, tabung air dan sekaligus menanam tanaman malpari untuk penyerapan karbon di udara sehingga mengurangi isu pemanasan global.

Meski dengan visi misi yang ditawarkan Paket Tunas  tersebut namu Petrus mengakui keterbatasan dalam mewujudkan semuanya.

"Kami sadar keterbatasan ini untuk melakukan semua kecuali kita saling berkolaborasi untuk melakukan visi Lembata maju sejahtera lestari dan berdaya saing akan terwujud ke depannya. Dindingnya salju mari merapat Agar Lembata maju pilih nomor 4," imbuhnya.

Kanisius Tuaq, calon bupati dari Paket TUNAS, mengusung tagline Nelayan, Tani, Ternak (NTT) untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Lembata.

"Kami siap jamin pemasaran untuk dukung pertanian dan peternakan. Selama ini pemda biarkan petani dan peternak sendiri," paparnya.

Pasangan Calon Wakil Bupati dari Paket TUNAS, Muhammad Natsir akan mendorong hilirisasi komoditi pertanian dan peternakan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. "Pemda harus bisa lakukan ekspansi pasar," tegasnya.

Optimasi Lahan Tidur

Paket Manis, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lembata nomor urut 5, Marsianus Jawa - Paskalis Laba menawarkan konsep petik, olah, jual dan optimasi lahan tidur untuk membangun pertanian terpadu.
Menurut paket ini, kemampuan kepala daerah dalam menjabarkan visi misi kedalam program dan kegiatan akan menentukan keberhasilan pembangunan suatu daerah.

Rumusan visi misi tidak cukup hanya melalui pengalaman, membaca dan mengacu referensi, dokumen, buku dan duduk di kantor saja tetapi lebih dari itu harus melalui tahapan observasi lapangan untuk mengetahui kondisi riil masyarakat.

Kepala daerah harus mengetahui kemampuan keuangan daerah serta memiliki kemampuan membangun relasi sehingga mengurus Lembata tidak hanya bersumber dari APBD kabupaten tetapi juga mendapat kucuran APBD provinsi dan pusat yang signifikan.

"Kepala daerah juga harus memiliki kemampuan untuk mengeksekusi anggaran dan program yang ada untuk tepat waktu tepat sasaran serta mendapatkan asas manfaat sehingga dirasakan rakyat," kata Marsianus.

Beberapa persoalan yang disoroti Paket Manis yakni pertama, permasalahan dan statistik kunci Lembata. Pertumbuhan ekonomi tahun 2023 adalah 2.46 persen masih lebih lambat jika dibandingkan Provinsi NTT, 3.53 persen dan nasional 5.05 persen. Prosentase penduduk miskin masih 24.78 persen IPM 66.12 masih dibawah pencapaian IPM nasional yaitu 74.39. Prevalensi stunting 9.40 persen. Tingkat pengangguran terbuka sebesar 2.55 persen, rasio PAD 5.84 persen.

Isu strategis. Pertama, peningkatan kualitas layanan publik. Belum optimalnya pemenuhan layanan dasar, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur bagi masyarakat. Kedua, reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan. Belum terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik, transparansi, akuntabilitas dan efisiensi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Ketiga, pengembangan ekonomi dan daya saing daerah. Rendahnya daya saing daerah, investasi, inovasi dan produktivitas ekonomi daerah. Keempat, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. Belum optimalnya pengelolaan sumber daya alam yang merata dan berkelanjutan, mengelola secara efektif, adil dan ramah lingkungan.

Kelima, pemerataan pembangunan. Mengurangi kesenjangan antara wilayah dalam hal layanan dasar, tata kelola ekonomi dan pemanfaatan sumber daya alam.

Visi yang diusung adalah "Terwujudnya Lembata yang damai, maju, mandiri dan berdaya saing menuju masyarakat Lembata yang sejahtera".

Sementara misinya adalah pertama, meningkatkan koordinasi dan kolaborasi antara pemangku kepentingan dengan mengedepankan semangat Taan Tou dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia.

Kedua, mengembangkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan indeks pembangunan manusia dengan fokus pada peningkatan usia harapan hidup, pengetahuan dan akses terhadap layanan kesehatan serta percepatan reformasi birokrasi berorientasi layanan publik berbasis digital.

Ketiga, embangun ekonomi inklusif dan pemerataan infrastruktur yang mampu mengungkit produktivitas sektor unggulan dan menguatkan ketahanan lingkungan.

Berjalan Tidak Lurus

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lembata nomor urut 6, Simeon Lake dan Marsianus Zada Ua (Paket Salam) menyoroti praktek kekuasan politik yang selama ini berjalan tidak lurus.

"Bagi Salam, praktek kekuasan politik selama ini telah berjalan tidak lurus dan tidak sesuai hakikat politik yang sesungguhnya dan telah menyebabkan empat masalah besar," kata Simeon.

Empat masalah besar tersebut yakni pertama, Lembata terpecah belah atas nama wilayah dan suku. Kedua, bertumbuh suburnya praktek-praktek koruptif di tanah ini.

Ketiga, kue pembangunan yang tidak adil dan tidak merata didistribusikan di seluruh wilayah Lembata.
Keempat, terjadinya keretakan hubungan antara Bupati dan Wakil Bupati yang sangat mempengaruhi keharmonisan dalam seluruh sendi kehidupan masyarakat Lembata.

"Berangkat dari refleksi ini kami berkomitmen memakai spirit Salam untuk membawa Lembata keluar dari kemelut ini.

Salam berarti Santun, amanah, lurus, adil dan merata. Santun, mari kita saling menghormati, saling menjaga. Amanah kita diberi rakyat, dipilih rakyat, maka kembalikan hak itu kepada rakyat. Lurus, jangan korupsi dan bangunlah Lembata ini secara adil dan merata.

“Dari refleksi dan spirit Salam ini maka kami melahirkan visi untuk melahirkan Kabupaten Lembata ke depan," ujar Simeon.

Calon Wakil Bupati Lembata nomor urut 6, Marsianus Zada Ua dalam kesempatan yang sama menyampaikan, visi Paket Salam adalah "Menuju Lembata satu, kuat, adil, sejahtera, mandiri, berbudaya yang berkelanjutan".

Dari visi tersebut lahirlah misi Salam, yang pertama meningkatkan sumber daya manusia. Kedua, mewujudkan penyelenggaraan otonomi daerah yang berkualitas.

Ketiga, memperkuat sistem ekonomi kerakyatan berbasis potensi daerah. Keempat, menegakkan supremasi hokum. Kelima, meningkatkan ketahanan sosial, budaya dan ekonomi. Keenam, memastikan pemerataan pembangunan dan mendorong pembangunan yang berkesinambungan. (uzu/llr)

Gunakan Hak Pilih

Ketua KPU Kabupaten Lembata, Hermanus Haron Tadon mengajak seluruh masyarakat Lembata menyimak debat publik pertama yang digelar KPU Lembata, Sabtu (26/10).

Setelah menyimak debat, dia meminta masyarakat agar menggunakan hak pilihnya pada tanggal 27 November mendatang.

Hermanus mengatakan, debat publik atau debat terbuka merupakan salah satu metode kampanye yang difasilitasi oleh KPU Kabupaten/Kota sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU nomor 13 tahun 2024 tentang kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota dan secara operasional dituangkan dalam keputusan Komisi Pemilihan Umum nomor 1363 tahun 2024 tentang pedoman teknis kampanye, pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota.

Debat publik pertama ini mengusung tema "Menuju Lembata Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan".
Tujuan dari debat terbuka ini adalah memperkenalkan profil, visi misi dan program kerja dari pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati kepada warga pemilih.

Selain itu memberikan informasi secara menyeluruh kepada pemilih dalam menentukan pilihannya serta mengelaborasi tema dan sub tema yang dirumuskan tim perumus debat yang selanjutnya dilakukan pendalaman dalam bentuk soal-soal atau pertanyaan dari para panelis debat.

"Harapan kami debat publik yang disaksikan baik secara langsung di tempat ini maupun melalui live streaming dari kanal YouTube KPU Kabupaten Lembata, POS-KUPANG.COM dan TribunFlores dapat didengar dengan saksama oleh pemilih se-Kabupaten Lembata yang tercatat dalam daftar pemilih tetap sejumlah 105.806 pemilih yang tersebar di 9 kecamatan, 151 desa/kelurahan serta 267 TPS," kata Hermanus.

"Setelah menyaksikan, mendengar dan menyimak debat publik ini kami mengajak masyarakat pemilih untuk menggunakan hak pilihnya di TPS pada hari Rabu, tanggal 27 November 2024 yang mana debat publik ini bisa menjadi salah satu referensi dalam menentukan pilihannya,” sambungnya.

Disamping itu, kiranya debat publik pertama ini dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar, saling menghormati setiap ide atau gagasan, pertanyaan dan jawaban yang diutarakan oleh masing-masing pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.

Hermanus menutup sambutannya dengan sebuah pantun :

Kain lurik bahannya katun
Aroma harum minyak zaitun
Mari berdebat secara santun
Jadikan visi misi sebagai penuntun. (uzu/llr)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS


POS KUPANG/RICKO WAWO
Hermanus Haron Tadon

 

 

 

POS KUPANG/RICHO WAWO
DEBAT - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lembata gelar debat calon Bupati-Wakil Bupati Lembata dengan tema “Menuju Lembata Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan”. Berlangsung di Aula Ankara Kelurahan Lewoleba Timur Lembata pada Sabtu (26/10).

 

 

Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved